Medan, (beritasumut.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan menteri terkait agar memenuhi kebutuhan pengungsi erupsi Gunung Sinabung dalam Rapat Kabinet Terbatas di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (26/11/2013) pukul 14.00 WIB.
Dalam rapat tersebut Kepala BNPB Syamsul Maarif memaparkan penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo. Presiden juga melakukan telepon dengan Gubernur Sumatera Utara untuk mengetahui permasalahan di lapangan.
Demikian disampaikan Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada beritasumut.com melalui pesan singkat, Selasa (26/11/2013) malam.
Dijelaskan, beberapa masalah yang ada di lapangan antara lain kerusakan lahan pertanian, penyediaan MCK dan air bersih, transportasi bagi anak-anak sekolah, dan kendaraan untuk evakuasi. Secara umum penanganan pengungsi telah berjalan dengan baik. Jumlah pengungsi agar dapat ditipiskan sesuai daya tampung pengungsian, sedangkan pelayanan pengungsi ditingkatkan.
Terjadi penurunan jumlah pengungsi yaitu 16.672 jiwa (5.603 KK) yang tersebar di 30 pos penampungan. Sebagian pengungsi kembali ke rumah karena tidak termasuk desa yang direkomendasikan PVMBG, seperti dari Desa Tanjung Morawa.
BNPB terus memberikan pendampingan Pemda Karo dan BPBD Sumut berupa pendampingan manajerial, pendanaan, logistik-peralatan, dan administrasi. BNPB telah menyerahkan Dana Siap Pakai Rp2,75 miliar untuk mendukung aktivasi Pos Komando, operasional tanggap darurat, dan permakanan. BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan senilai Rp4,97 miliar.
Sebagian bantuan telah tiba di Karo. Kepala BNPB telah memerintahkan BPBD Sumatera Barat, BPBD Jambi, BPBD Sumut, dan BPBD Riau untuk mengerahkan logistik dan peralatan untuk membantu pengungsi G. Sinabung. Kementerian PU, Kemsos, Kemkes, dan Kemtan juga akan memberikan bantuan.
Masih menurut Sutopo Purwo Nugroho, sebanyak 750 personel di lapangan dikerahkan yaitu TNI 484 personeldengan rincian Kodim 202 personel, Korem 47 personel dan Arhanud 100 personel. Polri 135 personel, Pemkab Karo 140 personel, BNPB 11 personel, BPBD Sumut 15 personel dan 100 orang relawan. (BS-001)