Binjai, (beritasumut.com) – Walikota Binjai M Idaham menepungtawari jamaah haji Kota Binjai 2013 di Pendopo Umar Baki, Binjai, Jumat (22/11/2013).
Jamaah haji Kota Binjai berjumlah 246 orang pada kloter 11 tiba di tanah air pada 2 November 2013.
Hadir Kakan Kemenag Binjai Al Ahyu selaku Kepala Staf Penyelenggara Haji, Sekda Pemko Elyuzar Siregar, Ketua TP PKK Lisa Andriani Lubis.
Walikota Binjai mengatakan jamaah haji merupakan tamu Allah. Perjalanan haji bukan perjalanan biasa, perjalanan haji dapat dinaikan dan diturunkan derajatnya.
Untuk pertama kali jamaah haji asal Binjai dapat melaksanakan wukuf dalam satu lokasi, hal ini sangat baik dan membahagiakan.
Walikota meminta kepada para calon jamaah haji yang telah menyetor biaya perjalanan untuk bersabar nantinya.
Hal ini karena kebijakan pemerintah pusat dengan pemotongan kuota haji Kota Binjai akan menunggu hingga 12 tahun untuk dapat berangkat ke tanah suci.
Kerjasama Pemko Binjai, Kantor Kemenag, bank penerima setoran haji, dan penyelenggara selama ini sangat baik dan terus ditingkatkan di masa mendatang.
Kakan Kemenag Kota Binjai Al Ahyu mengatakan sebanyak 3.257 orang telah mendaftar calon haji dan diperkirakan dapat berangkat hingga Tahun 2023.
Binjai telah meperoleh 2 orang untuk TPHD yang sebelumnya 1 orang. Terima kasih kepada Pemko Binjai yang telah memberikan 1 unit mobil operasional dalam penyelenggaraan Haji.
Juga ucapan terimakasih Pemko Binjai telah menyediakan bus untuk keberangkatan Haji ke asrama Haji dan menuju bandara.
Kegiatan tepung tawar jamaah haji juga diisi tausiah Ustadz M Yamin. Beliau mengatakan iman bukan sekadar lisan namun dengan implementasi.
Kemudian makna Jihad jangan direduksi. Jihad bukan fisik saja. Jihad bermakna luas bukan berperang saja. Jihad dapat dilakukan dengan potensi akal, pikiran dan perbuatan dengan mengharap ridho Allah.
Berjihad dengan potensi sebagai pejabat, pedagang dan sebagainya. Beliau mengajak semua jamaah haji menjadi haji yang mabrur yang merupakan impian semua orang.
Untuk memperoleh haji mabrur dimulai dari pra keberangkatan dengan niat ikhlas. Begitu juga dalam menjalankan ibadah haji di tanah suci banyak godaan, harus bersabar, fisik yang kuat.
Begitu juga setelah tiba di tanah air jamaah haji dapat menunjukan perilaku yang teladan di tengah-tengah masyarakat, tandasnya. (BS-001)