Medan, (beritasumut.com) – Dalam rangka mencermati penilaian terhadap perilaku hakim yang saat ini banyak menyimpang, diperlukan pemantauan dan pengawasan baik dari masyarakat atau instansi pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat demi terciptanya peradilan yang bersih dan menjunjung tinggi hukum dan keadilan.
Untuk itulah LBH Medan sebagai salah satu lembaga yang peduli terhadap penegakan hukum bekerjasama dengan Komisi Yudisial menyelenggarakan "Peran serta masyarakat dalam memantau dan mengawasi perilaku hakim guna menegakkan peradilan bersih".
Direktur LBH Medan Surya Adinata di Medan, Rabu (20/11/2013) menegaskan masyarakat pencari keadilan sangatlah berharap bahwa keadilan itu tercermin "palu yang diketok hakim" dengan slogan "Fiat Justitia Ruat Coeleum" yang memiliki arti keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh menjadi kenyataan dan bukan hanya slogan belaka tetapi kenyataan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Namun perilaku hakim yang banyak menyimpang akhir ini membuat masyarakat pesimis dengan konsistensi penegaka keadilan dari lembaga kehakiman.
Maka untuk itulah, LBH Medan bersama KY beserta sejumlah elemen masyarakat dan insan pers untuk duduk bersama dalam memantau perilaku hakim dalam menegakan keadilan.
Apalagi berdasarkan sejumlah informasi dari media banyak oknum hakim melakukan penyimpangan kode etik yakni suap, korupsi, memakai narkotika berjudi bahkan berselingkuh yang serta merta ini sangat mencoreng institusi sebagai lembaga yang memberikan keadilan dan penegakan hukum.
Guna mewujudkan suatu peradilan bersih maka diperlukan upaya fungsi pengawasan secara eksternal dan internal oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial RI. Wewenang dan tugas pengawasan tersebut diorientasikan agar semua hakim sebagai pelaksana utama dari fungsi pengadilan integritas tinggi, jujur dan profesional agar memperoleh kepercayaan masyarakat dan pencari keadilan. (BS-021)