Demo Hermes Diwarnai Perang Batu

Redaksi - Jumat, 15 November 2013 23:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112013/beritasumut_Demo-Hermes.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Sugandi Siagian

Medan, (beritasumut.com) – Ratusan masa Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid mendemo Manajemen Hotel Hermes Place, Jalan Polonia Gang A, Kota Medan, Jumat (15/11/2013). Pendemo menganggap pengusaha dan aparat pemerintah tidak peduli dan tidak ingin menyelesaikan permasalahan dengan sebaik-baiknya. 

Mereka menuding oknum Pemko Medan berpihak terhadap pengusaha kapitalis yang melecehkan rumah ibadah umat Islam dengan membangun sarana hiburan di samping Masjid Taqwa.

 

Aksi demo awalnya berjalan kondusif namun setelah tidak adanya tanggapan dari manajemen Hermes atas aksi yang dilakukan, tiba-tiba terjadi aksi saling lempar batu antara massa aliansi dengan polisi. Ratusan massa aksi yang sebagian terdiri dari kaum ibu pengajian tetap bertahan di halaman dan dalam Masjid Taqwa.

 

Semakin lama, aksi perang batu semakin dahsyat. Massa aksi aliansi yang terkurung di halaman dan di dalam Masjid Taqwa kemudian ditembaki aparat polisi dengan gas air mata. 

Massa aksi bercerai berai diseputaran masjid mencari perlindungan, beberapa jamaah terkulai lemah dan ada yang pingsan, namun aparat polisi semakin gencar menembaki massa Aliansi Ormas Islam dengan peluru gas air mata.

 

Menjelang Shalat Ashar, perang berhenti karena para jamaah massa aliansi menunaikan shalat. 

Sebelumnya, Ketua Presidium Aliansi Ormas Islam Leo Imsar Adnan didampingi Sekretaris Muhammad Syahbana dan Komando Aksi Abbas Rambe di areal demo Masjid Taqwa mengatakan, sebenarnya puluhan pertemuan dan dialog sudah pernah dilakukan, namun manajemen Hermes tidak peduli dan menganggap remeh kesepakatan yang telah pernah dibuat.

 

“Terakhir Plt Walikota Medan, Sekda dan Kapolresta ingin melakukan musyawarah di Aula Pemko Medan dengan Aliansi Ormas Islam dengan alasan ingin mencari solusi terbaik. Namun ternyata justru mereka sendiri yang tidak menghadiri pertemuan tersebut, jelas ini merupakan pelecehan terhadap umat Islam yang memperjuangkan masjid,” ujarnya.

 

Menurutnya, umat Islam sudah cukup bersabar karena sudah puluhan masjid dihancurkan demi kepentingan bisnis pengusaha kapitalis. Berkaitan dengan ini Aliansi Ormas Islam mendesak Pemko Medan segera menertibkan bangunan parkir Hermes karena diduga kuat telah melanggar aturan hukum. Pihak Hermes diminta menutup semua akses keluar masuk Hermes Place yang bertepatan di depan pintu gerbang Masjid Taqwa yang harus diselesaikan paling lama dua pekan sejak aksi ini dilaksanakan.

 

Di samping itu, kata Leo Imsar, pihak Hermes harus membatalkan untuk selama-lamanya rencana pembangunan skybridge yang ditindak lanjuti dengan melakukan perbaikan drainase yang rusak diseputaran masjid dalam waktu paling lama dua pekan sejak aksi ini dilaksanakan. (BS-023)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern