Panyabungan, (beritasumut.com) – Tas Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dodi Martua, dibongkar. Resleting dan segel dirusak, sejumlah barang hilang.
Peristiwa tersebut dialami Anggota Komisi I DPRD Madina Dodi Martua saat pulang kunjungan kerja dari Kabupaten Sidoarjo dengan menumpang pesawat Lion Air, Senin (10/11/2013) kemarin.
Dodi didampingi sejumlah Anggota Komisi I DPRD Madina di Panyabungan, Selasa (12/11/2013) menjelaskan, mereka berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Jakarta pada pukul 07.45 WIB dengan nomor penerbangan JT-691.
Kemudian dari Jakarta menuju Bandara Minangkabau, Kota Padang, Sumatera Barat pada pukul 13.10 WIB dengan nomor penerbangan JT-352. Namun setibanya di Bandara Minangkabau tas milik Dodi berisi pakaian dan benda lainnya tidak utuh lagi. Segel tas rusak. Dodi juga kehilangan beberapa barang di dalam tas.
“Saya merasa dirugikan atas kejadian ini,” kata Dodi.
Disebutkan, Dodi sudah membuat laporan pengaduan ke Polsek Bandara Minangkabau. Maskapai Lion Air juga sudah diberitahu. Namun Dodi tidak merasa puas atas jawaban pihak maskapai yang mengatakan menunggu konfirmasi dulu.
Dodi menilai ini merupakan kelalaian pihak maskapai dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Diduga, yang merusak tas mencuri barang-barang miliknya adalah pihak maskapai dan petugas pengangkut barang di bandara.
“Kenapa bisa terjadi pencurian dan tas penumpang dibongkar,” kesal Dodi sembari berharap laporan pengaduannya diproses Polsek Bandara Minangkabau dan pihak maskapai bertanggungjawab.
Ditambahkan Anggota DPRD Madina lainnya, Iskandar Hasibuan, ini merupakan suatu kelemahan dan kebobrokan maskapai Lion Air. Lion Air harus bertanggungjawab atas apa yang dialami oleh Anggota Komisi I DPRD Madina Dodi Martua.
“Kejadian ini sudah beberapa kali di Lion Air, penumpang kehilangan dan barang-barang dirusak dan diambil isinya. Kami minta agar Lion Air bertanggungjawab dan mengganti barang rekan kami yang hilang dan kami mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati menggunakan maskapai penerbangan Lion Air khususnya masyarakat Kabupaten Madina, karena tidak nyaman,” imbaunya. (BS-026)