Medan, (beritasumut.com) – Generasi muda harus memiliki jiwa enterpreneur dan bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain. Disamping itu harus lebih kreatif sehingga mempermudah untuk menciptakan lapangan kerja. Jangan hanya sekadar ingin menjadi pegawai/karyawan karena dengan menciptakan lapangan kerja akan semakin meningkatkan sumber daya manusia.
Hal ini dikatakan Plt Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi pada saat menghadiri acara Wisuda Pasca Sarjana, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Huria Kristen Batak Protestan Nommensen (UNH) Periode II Tahun Akademik 2012/2013 di Gedung Universitas HKBP Nommensen, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Sabtu (26/10/2013). Hadir dalam acara wisuda tersebut Menkokesra RI Agung Laksono, Kooordinator Korpetis Wilayah I Prof Dian Armanto dan Rektor UNH Dr Jongkers Tampubolon.
Dikatakan Eldin, para wisudawan/wisudawati UNH dapat menciptakan lapangan pekerjaan melalui berwirausaha dimana wirausaha adalah solusi mengurangi pengangguran. Dengan demikian peran pemuda sangat penting dalam membantu menciptakan lapangan pekerjaan terutama di Kota Medan.
Menurut Eldin, kewirausahaan saat ini makin urgens sebagai tulang punggung perekonomian suatu bangsa. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan yang menumbuhkembangkan sikap mandiri dan jiwa wirausaha.
Tanpa adanya mental kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditi mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat ini terlihat sekarang ini minimnya SDA yang memadai.
Untuk itu, sebagai mahasiswa yang berkompeten sudah seharusnya menjadi jati diri yang sesungguhnya sebagai mahasiswa yakni dengan belajar dengan sungguh sungguh dan jangan sampai dengan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang yang nantinya dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan. “Saya yakin para alumni dan mahasiswa UNH memiliki jiwa yang berkompeten sebagai mahasiswa guna mendorong mutu pendidikan di Kota Medan,” jelas Eldin.
Sebelumnya Menkokesra Agung Laksono dalam kesempatan tersebut mengungkapkan para wisudawan/wisudawati UNH dapat berkontribusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu SDA Indonesia agar ke depan Bangsa Indonesia semakin baik dimana para alumni UNH merupakan salah satu langkah awal untuk kemajuan tersebut.
Menurut Agung, para wisudawan jangan merasa puas dengan apa yang telah dicapai saat ini dimana harus lebih mengasah diri dan meningkatkan kompetensi masing masing karena kedepan hal tersebut penting bagi meningkatkan daya saing Negara Indonesia di mata dunia yang saat ini tingkatannya sudah lebih baik.
Disamping itu, alumni UNH diharapkan dapat memiliki keterampilan yang lebih yang berguna untuk menciptakan lapangan pekerjaan dimana sebagai mahasiswa harus memiliki jiwa mandiri dan jangan bergantung kepada instansi pemerintah maupun swasta dalam mencari pekerjaan karena dengan menciptakan lapangan pekerjaan juga akan meningkatkan mutu SDA Indonesia.
Sementara itu Rektor UHN Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc mengharapkan wisudawan dan wisudawati dapat menjadi duta moral UHN. Sebab wisudawan/wisudawati sebagai anggota masyarakat intelektual telah dididik untuk kritis.
"Wisudawan/ti diharapkan mampu menghargai perbedaan dengan tetap berusaha untuk menjadi pelopor dalam memberi sumbangan bagi peradaban dan perdamaian dunia. Dengan demikian akan terwujud slogan UHN membangun Indonesia dari Sumatera Utara,” kata Rektor UNH.
Di hadapan 459 orang wisudawan/wisudawati dan para orangtua wisudawan, Ketua Yayasan UHN Dr Nurdin Tampubolon, Sekretaris Yayasan UHN Prof Dr Albiner Siagian, Rektor UHN menilai saat ini orang sangat mudah menunjukkan berbagai kekurangan di negeri ini, tapi hampir semua orang berbicara tentang keburukan itu tidak menawarkan solusi.
“Sebaliknya, kita sering mengharapkan orang lain untuk melakukan perbaikan atas keburukan atau kekurangan yang kita kemukakan. Situasi seperti ini tidak akan membawa perubahan. Perbaikan masyarakat harus dimulai dari diri sendiri,” kata Jongkers Tampubolon. (BS-001)