Binjai, (beritasumut.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Binjai Lisa Andriani Lubis mengatakan remaja harus diberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi sejak dini agar dapat menyikapi secara bijak di tengah pergaulannya di masa remaja. Dengan demikian diusianya yang labil, remaja tidak mendaparkan informasi yang salah dan bisa terhindar dari resiko yang dapat merugikan remaja itu sendiri.
Dalam siaran pers Humas Pemko Binjai yang diterima beritasumut.com, Kamis (3/10/2013) disebutkan, hal itu dikatakan Lisa ketika membuka seminar tentang kesehatan reproduksi remaja dan sosialisasi Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Ekslusif di Aula Dinas Kesehatan Kota Binjai, Rabu (2/10/2013).
Seminar yang diikuti pelajar SMU ini diselenggarakan atas kerjasama PKK Kota Binjai dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Binjai dalam rangka memperingati HUT IBI ke 62.
Ditambahkannya, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau cacat. Remaja perlu diberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi karena persepsi mereka tentang kesehatan reproduksi lebih cenderung kepada hubungan seksual semata dan biasanya selalu dihubungkan dengan berbagai hal negatif dan dianggap tabu untuk dibicarakan.
Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai dr Melli Bangun, permasalahan terkait kesehatan reproduksi remaja yang banyak terjadi saat ini seperti kehamilan usia remaja, hubungan seksual di masa remaja dan kehamilan tak diinginkan.
Dengan seminar ini para remaja diharapkan memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggungjawab mengenai proses reproduksi sehingga terwujud kondisi sehat. (BS-001)