Pengungsi Sinabung Kelaparan

Redaksi - Minggu, 15 September 2013 23:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092013/beritasumut_Pengungsi-Sinabung-Mengadu-ke-Wagub.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Jumlah pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo terus bertambah, Ahad (15/9/2013) malam. Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat, jumlah pengungsi dari sejumlah desa di kaki Gunung Sinabung mencapai 4.739 orang. Untuk sementara, pengungsi ditampung di masjid dan jambur. Sebagian dari pengungsi kelaparan karena keterbatasan dapur umum di lokasi penampungan.

 

Salah satu lokasi penampungan yaitu berada di Aula Lantai I Masjid Agung, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kabupaten Karo. Jumlah pengungsi di lokasi tersebut mencapai 500 orang pada Ahad malam. Puluhan pengungsi bahkan mengadu kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi yang datang bersama Kepala BPBD Sumut DR Asren Nasution, Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi dan Anggota DPRD Sumut Hj Evi Diana.

 

Mendengar keluhan belum makan, Erry langsung menginstruksikan Asren Nasution menyiapkan nasi bungkus, menunggu dapur umum selesai didirikan.

"Banyak pengungsi yang belum makan. Saya minta Pak Asren membantu siapkan makan makan pengungsi. Malam ini juga, dapur umum kita harapkan selesai didirikan agar pengungsi tidak kelaparan lagi esok hari,” ujar Erry.

 

Erry juga meminta Kepala BPBD Sumut menyiapkan selimut dan obat-obatan, makanan bayi dan keperluan lainnya.

 

“Saya juga berharap pengungsi membantu petugas BPBD untuk menyiapkan makanan di lokasi pengungsian masing-masing. Siapa yang bisa memasak, silahkan bantu memasak. Pengungsi laki-laki menyiapkan pasokan air,” sebut Erry.

 

Usai melakukan kunjungan ke lokasi pengungsi di Masjid Agung, Kabanjahe, Wagub dan rombngan meninjau dua lokasi pengungsian lainnya di Wisma BPKP dan Jambur Sempakata, keduanya berada di kawasan Kota Kabanjahe.

 

Kepada 5 ribuan pengungsi, Erry mengatakan, Pemprov Sumut akan melakukan evakuasi warga yang tinggal di radius 3 kilometer dari Gunung Sinabung . Proses evakuasi sendiri melibatkan personil TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat.

 

“Status Gunung Sinabung siaga 3. Warga yang masih berada di desa dalam radius 3 kilometer, diimbau mengungsi agar tidak menjadi korban jika Gunung Sinabung meletul lagi. Pemerintah telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara,” sebut Erry.

 

Selain itu, Erry juga mengatakan, Pemprov Sumut telah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan beras kebutuhan warga di pengungsian. Sedang dinas terkait lainya menyiapkan kebutuhan lain seperti obat-obatan dan makanan.

 

“Kita tidak dapat memprediksi berapa lama tanggap darurat Gunung Sinabung ini. Bisa tiga hari atau bahkan lebih dari satu pekan. Untuk itu, Pemprov Sumut menyiapkan posko kesehatan di tiap lokasi pengungsian,” tambah Erry.

 

Erry berharap ancaman letusan Gunung Sinabung segera berakhir agar warga bisa beraktiviats kembali seperti semula.

 

Salah seorang pengungsi asal Desa Beras Tepu, Aktif Bru Sembiring mengaku masih takut pulang ke rumah pasca letusan Gunung Sinabung pada Ahad dini hari sekitar pukul 02.51 WIB.

 

“Kami takut Sinabung meletus lagi. Karena itu kami mengungsi ke mesjid. Harta benda kami tinggal. Untuk apa kami pikirkan barang-barang di rumah. Yang penting selamat,” terang Sembiring.

 

Sebelumnya, Sembiring dan keluarganya mengungsi di Wisma BPKP, beberapa kilometer dari Masjid Agung, Kabanjahe. Akibat di wisma tersebut digelar kebaktian, Sembiring terpaksa pindah ke Masjid Agung.

 

Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung tercatat 4.739 orang hingga Ahad sekitar pukul 21.00 WIB. Jumlah ini bertambah dibanding kondisi siang yakni  3.710 jiwa.

Data Posko Penanggulangan Bencana Sinabung Pemerintah Kabupaten Karo menyebutkan, para pengungsi ini tersebar di delapan tempat terpisah. Pengungsi terbanyak tersebar di Kecamatan Kabanjahe yakni menempati Jambur Sempakata Jalan Jamin Ginting sebanyak 1.453 orang, Gereja Klasis GBKP Jalan Kiras Bangun sebanyak 590 orang dan di GBKP Kota Jalan Kiras Bangun sebanyak 1.400 orang, di Masjid Agung Jalan Veteran sebanyak 60 orang dan di Sentrum (PPWG Kabanjahe) Jalan Nabung Surbakti ada 56 orang dan di Gereja Katolik Jalan Irian 60 orang.

Sedangkan di Kecamatan Berastagi tercatat 1.120 orang yang tersebar di dua lokasi penampungan yakni di Jambur Taras 700 orang dan di Kecamatan Payung ada 420 pengungsi yang ditangani pemerintah kecamatan setempat. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KPU Karo Antar Jemput Pemilih Pengungsi Sinabung

Peristiwa

Di Era Modernisasi Ini, Ternyata Masih Ada Ibu Merebus Batu Untuk Menenteramkan Anaknya Yang Kelaparan Seperti Zaman Khalifah Umar Bin Khattab

Peristiwa

Plt Gubernur Sumut Minta UGM Bangun Desa Binaan Pengungsi Sinabung

Peristiwa

370 KK Pengungsi Sinabung Merdeka Menatap Masa Depan di Siosar

Peristiwa

Perbankan, REI dan Swasta Diajak Bantu Pengungsi Sinabung

Peristiwa

Presiden Instruksikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Dipenuhi