Medan, (beritasumut.com) – Warga Kota Medan diminta mewaspadai beredarnya minyak tanah yang dioplos denga bensin. Dari penelusuran wartawan sedikitnya ada beberapa kasus terbakarnya warga Medan diduga karena menggunakan minyak tanah oplosan.
Yang terbaru adalah kasus terbakarnya warga di Jalan Letda Sudjono Medan, Sabtu (7/9/2013) malam. H Syaukani mengalami luka bakar lantaran minyak tanah yang digunakan untuk membakar tempurung tiba-tiba meledak.
“Minyaknya tiba-tiba meledak saat akan membakar tempurung. Saat itu kami hendak mempersiapkan bakar ayam untuk acara arisan,” ungkap Ros, istri H Syaukani kepada wartawan, Ahad (8/9/2013) malam.
Ros juga mengatakan, kecurigaan keluarga bertambah yakin kalau minyak tanah tersebut dioplos dengan bensin pasalnya minyak yang tumpah ke beberapa makanan di sekitar lokasi pembakaran berbau bensin. “Beberapa makanan yang kami cuci tetap berbau bensin,” ungkapnya.
Diterangkannya, minyak tanah yang dibeli seharga Rp8.500 tersebut semula tidak terlihat berbeda. Namun, setelah kejadian ini pihaknya meyakini kalau minyak tanah tersebut dioplos. “Minyak tanah itu kami beli Rp8.500/liter. Akibat kejadian ini seluruh tubuh bapak mengalami luka bakar dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Imelda,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah warga di Letda Sudjono Medan mengatakan kejadian serupa pernah terjadi di Jalan Bambu 6. Salah seorang warga bernama Vina Mustika juga mengalami luka bakar lantaran menggunakan minyak tanah oplosan. “Tak lama dari kejadian ini, di Jalan Bambu 6 ada warga juga sama terbakar lantaran menggunakan minyak oplosan ini,” ungkapnya. (BS-001)