Medan, (beritasumut.com) – Aksi unjukrasa mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, Rabu (4/9/2013) siang, berakhir ricuh. Mahasiswa menolak DR Nur Ahmad Fadhil Lubis sebagai Rektor IAIN Sumut karena diduga terlibat korupsi. Mahasiswa terlibat aksi saling pukul dan dorong dengan petugas keamanan kampus. Sebagai bentuk penolakan, dua mahasiswa nekad menyayat tangannya sendiri dengan pisau.Kericuhan berawal saat puluhan petugas keamanan kampus berusaha memadamkan api dari ban bekas yang dibakar mahasiswa di depan Kantor Biro Rektor. Sikap petugas yang arogan mengamankan jalannya aksi mengundang kemarahan mahasiswa yang menolak Nur Ahmad Fadhil Lubis sebagai Rektor IAIN.Aksi saling dorong dan baku hantam terjadi antara mahasiswa dan petugas keamanan yang mencoba membubarkan para mahasiswa dari depan kantor biro rektorat. Meski dihadang namun mahasiswa tetap bersikeras menggelar aksi unjuk rasa dan berusaha memaksa masuk menemui rektor.Salah seorang mahasiswa, Chandra Kirana menuding Rektor IAIN tidak becus memimpin hingga IAIN mendapat Akreditasi C dan gagal menjadi Universitas Islam Negri. Selain itu, Rektor Nur Ahmad Fadhil juga diduga korupsi.Sebagai simbol penolakan terhadap rektor pengganti, dua mahasiswa nekad menyayat tangannya sendiri dengan pisau. Setelah mereka berdemo dan gagal menemui rektor akhirnya mahasiswa membubarkan diri. (BS-031)