USAID PRIORITAS Kembangkan Bahan Ajar IPA LPTK Sesuai Kurikulum 2013

Redaksi - Selasa, 03 September 2013 20:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092013/beritasumut_Workshop-USAID.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Dosen IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabar Nurohman SPd MPd (berbatik biru) memberikan masukan kepada rekan kelompoknya. Sabar Nurohman berkolaborasi bersama guru dan dosen dari LPTK untuk membuat bahan ajar IPA di Hotel Asean International, Meda

Medan, (beritasumut.com) – USAID PRIORITAS menggelar workshop tiga hari, 3-5 September 2013, untuk mengembangkan bahan ajar IPA SMP yang akan digunakan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK). Workshop ini diikuti 6 LPTK (Universitas Negeri Medan, IAIN Sumatera Utara, IAIN Ar-Rainy Aceh, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya) dan 4 SMP/MTs di Medan (SMPN 7 Medan, SMPN 11 Medan, MTsN2 Medan dan MTsN 3 Medan).

 

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan  mengatakan, dosen LPTK dan guru diharapkan mampu bekerjasama membuat bahan ajar IPA yang kontekstual. “Kami memfasilitasi para dosen dan guru untuk berkolabosari secara kolegial dan profesional. Dosen memiliki pengetahuan yang luas dan guru mempunyai pengalaman mengelola pembelajaran. Kerjasama keduanya diharapkan mampu membuat bahan ajar yang bermutu,” terang Agus Marwan saat membuka Workshop on Developing Pre- Service Teachers Training Curricula and Material for Science Junior Secondary di Hotel Asean International, Medan, Selasa (3/9/2013).

 

Lebih lanjut Agus Marwan mengatakan, bahan ajar yang dihasilkan workshop akan dipergunakan oleh LPTK. Pemanfaatan bahan ajar ditujukan meningkatkan kualitas perkuliahan. Bahan ajar juga dirancang sesuai kurikulum 2013 agar revelan dengan kebutuhan pendidikan. “Dengan bahan ini, diharapkan lulusan LPTK mampu mengimplementasikan pembelaran IPA sesuai kurikulum 2013,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Dosen IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabar Nurohman SPd MPd. Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran IPA diajarkan secara terpadu. “Karena IPA diajarkan terpadu, maka guru fisika dan biologi perlu duduk bersama untuk merancang pembelajaran yang sesuai,” terangnya.

Sabar Nurohman mengapresiasi workshop yang dilakukan USAID PRIORITAS. Sabar mengaku baru pertama sekali berkolaborasi dengan guru untuk membuat bahan ajar LPTK. “Selama ini dosen dan guru berkolaborasi untuk membuat bahan ajar yang digunakan oleh sekolah. Tapi ini dibalik. Dosen berkolaborasi dengan guru untuk membuat bahan ajar di LPTK. Ini pengalaman yang menarik,” tukasnya.

 

Guru IPA MTsN 3 Medan Dra Khalida Agustina MPd mengaku gembira bisa terlibat. Agustina mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru dalam merancang pembelajaran IPA yang kontekstual. “Dosen punya pengetahuan yang lebih banyak tentang materi IPA, jadi saya banyak diberi informasi baru. Hasil bahan ajar ini, akan saya praktikan pula di sekolah saya,” ungkapnya.

 

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh  United States Agency for International Development  (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia.

Di Provinsi Sumatera Utara program ini bekerja di 10 kabupaten/kota (Medan, Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhan Batu, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan) dan 2 LPTK mitra USAID PRIORITAS (Unimed dan IAIN Sumatera Utara). Program ini akan menjangkau lebih dari 208 sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan madrasah serta memberikan manfaat langsung kepada sekitar 50.000 siswa. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

USAID PRIORITAS Bagikan 54.000 Buku Bacaan Berjenjang di Tapsel

Peristiwa

Plt Walikota Medan Apresiasi Program USAID PRIORITAS

Peristiwa

USAID PRIORITAS Labuhan Batu Belajar Pendidikan ke Binjai

Peristiwa

Guru Harus Memiliki Kompetensi

Peristiwa

2.500 Siswa Mendapat Manfaat Perluasan Program USAID PRIORITAS di Labuhanbatu

Peristiwa

Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh PSM