Tidak Diurus, Pasien Jamkesda Beralih Jadi Pasien Umum

Redaksi - Senin, 29 Juli 2013 22:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072013/beritasumut_RS.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Panyabungan, (beritasumut.com) – Kalau mau berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan, Kabupaten Mandailing, sebaiknya jangan pakai kartu Jaminan Kesahatan Daerah (Jamkesda). Pasalnya, pasien Jamkesda terkesan tidak dihiraukan

“Memang kalau pasien Jamkesda dan Jamkesmas di RSUD Panyabungan ini selalu dianggap hina,” ujar salah satu keluarga Sakinah Aulia, anak yang dirawat di RSUD Panyabungan, Senin (29/7/2013).

Diceritakanya, cucunya tersebut masuk RSUD Panyabungan pukul 09.00 WIB karena mengalami robek di kelamin akibat jatuh didorong kawannya. Setelah dibawa ke RSUD Panyabungan, keluarga pasien disuruh mengurus kartu Jamkesda.

“Namun, setelah kami selesai mengurus Jamkesda, cucu kami belum juga diurus sampai pukul 16.00 WIB, hanya diinfus. Karena kami merasa lama, kami mengkonfirmasi kepada perawat. Lalu perawat mengatakan bahwa dokternya belum datang,” paparnya.

Kemudian keluarga pasien kembali disuruh mengurus surat-surat yang tidak diketahui tujuannya. Yang lebih mengecewakan lagi, setelah surat-surat selesai, pasien belum juga disentuh. Anehnya setelah salah satu keluarga kami mengalihkan pengobatan pasien, tidak lagi menggunakan Jamkesda, petugas medis langsung respon.

“Kalau tidak dialihkan kami terus di lama-lamakan. Kami tidak tau guna surat yang kami urus tadi, yang kami tau untuk Jamkesda, kami ke sini bukan mau gratis.  Kami menilai kalau pasien Jamkesda atau Jamkesmas, mereka selalu anggap enteng,” terangnya.

Ditambahkannya, kalau ingin berobat di RSUD Panyabungan supaya berpikir menggunakan Jamkesda dan Jamkesmas, karena pasein yang menggunakan kartu itu selalu dianggap sepele.

Kepala RSUD Panyabungan Bidasari yang berusaha dikonfirmasi tidak berada di kantor. Dihubungi melalui telepon, tidak bisa dihubungi.

Sementara Wabendum Badko HMI Sumut Faisal Ardiansyah, sangat menyayangkan sikap pihak RSUD Panyabungan yang kurang melayani pasien Jamkesda. Pasien Jamkesda itu manusia juga.

“RSUD Panyabungan milik pemerintah, jadi ini juga miliki rakyat. Anggarannya itu dari hasil keringat rakyat. Memang RSUD Panyabungan in sudah bobrok, Dirut RSUD Panyabunga harus segera dicopot karena tidak mampu mengendailikan RSUD Panyabungan,” ujarnya.

Belum lagi ruangan VIP RSUD Panyabungan yang AC-nya sudah mati hampir tiga hari. Masyarakat mengatakan Ruangan VIP tapi fasilitas ekonomi. Ini juga akibat kegagalan Kepala Rumah Sakit Umum Panyabungan.

“Kita meminta kepada semua pihak terkhusus Bupati Madina ataupun Sekda Madina supaya mencopot Kepala RSUD Panyabungan karena tidak becus mengurusi RSUD Panyabungan,” tandasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Warga Minta Pemkab Madina Pindahkan IPAL RSUD Panyabungan

Peristiwa

DPRD Madina Minta IPAL RSUD Panyabungan Dipindahkan