Panyabungan, (beritasumut.com) – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) mengecam PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) terkait pengolahan limbah sawit yang telah meningkatkan populasi lalat.Saat ini Desa Aek Garingging dan sekitarnya sangat terdampak akibat limbah yang salah pengelolaan sehingga jumlah lalat di desa tersebut sangat banyak, sebut Azahar Hadi Hasibuan, warga Aek Garingging juga tergabung dalam AMP2M di Panyabungan, Rabu (24/7/2013).Dikatakannya, sudah setahun lebih warga yang merasakan limbah PT PSU yang salah pengelolaannya sehingga membuat populasi lalat semakin tinggi. “Hidup yang sehat itu, adalah hak seseorang. Tetapi kalau seperti di Desa Aek Garingging yang dikerumuni lalat setiap hari, gimana warga mau sehat,” paparnya.Pihaknya sudah pernah mempertanyakan masalah ini ke Pemerintah Kabupaten Madina melalui BLHKP. Pihak BLHKP mengakui pengelolaan limbah PT PSU sudah menyalahi dan pihak BLHKP sudah memberikan surat peringatan kepada PT PSU.“Kalau memang pemerintah sudah menyurati PT PSU, kita meminta supaya memberikan tindakan, karena sampai sekarang masih seperti itu. Lalat masih banyak di desa kami, sepertinya perusahaan tidak mengindahkan surat pemerintah,” paparnya.Sampai hari ini, populasi lalat di Desa Aek Garingging dan sekitarnya masih banyak, warga sangat terganggu dengan keberadaan lalat tersebut.Kepala BLHKP Madina melalui Sekretaris Rahmadsyah Lubis menjawab wartawan mengatakan, terkait limbah PT PSU, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada PT PSU dan secepatanya BLHKP akan turun lagi ke lapangan untuk mengetahui kondisi di sana.“Kita sudah mengetahui keluhan masyarakat, surat kita sudah kita layangkan. Memang populasi lalat di daerah PT PSU dan sekitarnya sangat tinggi,” akunya. (BS-026)