Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin Syahrum beserta jajaran Pemko Medan melaksanakan Shalat Tasbih bersama dengan ribuan jamaah yang berasal dari sejumlah pengajian di Kota Medan, Sabtu (20/7/2013). Shalat Tasbih yang digelar di halaman tengah Balaikota Medan ini sebagai wujud implementasi untuk meningkatkan semangat bersilaturahmi. Dengan demikian pemerintah dengan masyarakat selalu bergandengan tangan dalam menata Kota Medan ke arah yang semakin baik. Termasuk, memajukan Ibukota Provinsi Sumatera Utara dan melakukan perbaikan di tengah masyarakat.
Sebelum Shalat Tasbih, acara diawali dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan Amiruddin MS. Usai tausiah, Amiruddin kemudian memimpin Shalat Tasbih yang diteruskan dengan zikir dan doa bersama. Selama berlangsungnya Shalat Tasbih dan zikir bersama, baik Eldin maupun ibu-ibu pengajian yang berasal dari Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Al Hidayah maupun pengajian lainnya yang ada di Medan tampak khusuk dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Bahkan ketika lantunan kalimat zikir mengumandang, mata Eldin pun yang semula jernih sontak terlihat memerah karena tak kuat menahan rasa haru sambil terus mengucapkan nama Allah dalam hati. Lantunan zikir itu juga membuat banyak kaum ibu yang tak mampu lagi membendung tangisnya, air mata mereka jatuh membasahi pipi dengan tubuh bergetar. Sambil terus berzikir, mereka pun tak henti-hentinya mohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan maupun kekhilafan yang terjadi selama ini.
Menurut Eldin, pelaksanaan Shalat Tasbih ini sesungguhnya memberikan gambaran bahwa kehadiran bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan berbagai keistimewaan dan keindahan. Salah satunya semangat untuk terus bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan masyarakat. Itu sebabnya masyarakat maupun Pemko Medan selama bulan Ramadhan mengisinya dengan berbagai kegiatan.
“Jadi pada kesempatan yang baik ini, saya memiliki harapan khusus kepada kita semua untuk selalu berada pada barisan dan gerbong yang sama dalam mendorong berbagai kemajuan kota ini. Saya juga berharap kita selalu bergandengan tangan dalam menata Kota Medan sehingga menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Eldin menyadari, kemajuan kota tidak bisa diwujudkan tanpa dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian melahirkan kemajuan-kemajuan tanpa dukungan seluruh kelompok masyarakat. “Untuk itu sangat diperlukan peran serta semua elemen masyarakat sesuai dengan kapsitas dan fungsinya masing-masing,” ungkapnya.
Atas dasar itulah dalam momen bulan suci Ramadhan ini, Eldin mengajak semua secara bersama-sama menjaga situasi dan kondisi kantibmas di wilayah masing-masing, sehingga Kota Medan tetap kondusif serta tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. “Mari kita wujudkan masyarakat toleran, memelihara kerukunan hidup beragama dalam kehidupan bermasyarakat, baik antar sesama maupun dengan pemeluk agama lain,” harapnya.
Kepada seluruh jajarannya, Eldin mengajak untuk meningkatkan etos kerja dan disiplin terutama di bulan puasa sehingga roda penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan kota tetap terus berjalan. “Bulan suci Ramadhan harus menjadi pemicu untuk lebih fokus dalam melakukan berbagai hal, tidak hanya ibadah, tetapi juga dalam hal pekerjaan,” ujarnya.
Sementara itu menurut Amiruddin MS, Shalat Tasbih merupakan shalat sunat yang sangat dianjurkan sekali oleh Rasulullan SAW untuk dikerjakan. Karena itulah Rasulullah sampai membuat peringatan agar Shalat Tasbih dikerjakan setiap hari atau sepekan sekali, sebulan sekali, setahun sekali maupun sekali seumur hidup.
“Karena itulah saya sangat menyambut baik Shalat Tasbih yang digelar Pemko Medan beserta jajaran bersama ribuan jamaah. Apalagi pelaksanaanya dilakukan pada bulan suci Ramadhan, dimana bulan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Amiruddin.
Selanjutnya Amiruddin mengajak semua untuk terus meningkatkan ibadah sampai akhir Ramadhan. Bahkan pada saat hendak melepas Ramadhan, dia menyarankan semua untuk bermohon kepada Allah agar kiranya dijumpakan lagi dengan Ramadhan tahun depan.
“Jadi ada 2 motto, ketika kita mengisi Ramadhan. Pertama, anggaplah Ramadhan ini yang terakhir bagi kita sehingga meningkatkan ibadah. Sebaliknya ketika kita berdoa memohon kepada Allah, jangan jadikan ini Ramadhan terakhir untukku tetapi jadikan aku bertemu dengan Ramadhan-Ramadhan yang akan datang,” jelasnya.
Usai melaksanakan Shalat Tasbih, zikir dan doa bersama, Eldin pun bersilaturahmi dengan ribuan jamaah guna memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Setelah itu masing-masing jamaah mendapatkan bingkisan sebelum meninggalkan Balaikota sehingga kebersamaan yang telah terjalin selama ini semakin lebih erat lagi pada masa akan datang. (BS-024)