STM Hilir, (beritasumut.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Deli Serdang melepaskan 2.000 bibit ikan emas dan puluhan kilogram berukuran 2-3 kg. Hal ini dalam rangka menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari dan berdayaguna.
Kegiatan ini dilakukan di Sungai Belumai, Desa Gunung Rintih, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, kata Ketua HKTI Deli Serdang Sabam Sagala usai melakukan kegiatan, Jumat (19/7/2013).
Melalui kegiatan ini HKTI Deli Serdang mengajak seluruh masyarakat khususnya di Desa Gunung Rintih, untuk bersama-sama melestarikan lingkungan yang mulai mengalami pencemaran. Akibat pencemaran itu, satwa Sungai belumai sebagai sungai terbesar di daerah ini terlihat semakin sedikit.
Tak hanya itu, semakin padatnya rumah penduduk yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat membuat seluruh populasi satwa di sungai ini mulai terkontaminasi dengan zat-zat limbah berbahaya, ujar Sabam yang juga Bakal Calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2014-2019 Dapil 3 Deli yang diusung Partai Demokrat.
Sementara itu Kepala Desa Gunung Rinting A Neken Tarigan mengharapkan kegiatan HKTI ini jangan hanya dilakukan di desanya agar tidak ada kecemburuan sosial antara pemerintah desa di kecamatan ini.
“Kami berharap setelah kegiatan ini akan banyak lagi orang yang peduli terhadap lingkungan, sehingga bebas dari pencemaran dan kerusakan,” ujar Neken.
Pada kesempatan itu HKTI juga berharap pembahasan RUU Perlindungan Petani tuntas Tahun 2013 karena akan membuat petani bergairah melakukan kegiatannya sehingga produksi meningkat dan swasembada produk pertanian tercapai.
"Jangan sampai terjadi lagi kasus daging atau bawang yang harganya tinggi sehingga konsumen dirugikan dan petani tidak memperoleh manfaat dari kenaikan harga tersebut," kataya.
Jika DPR tidak segera mengesahkan RUU tersebut maka pihaknya akan menggelar unjuk rasa setelah anggota DPR selesai reses, selain lobi dengan pihak terkait tertentu. (BS-028)