T Morawa, (beritasumut.com) – PT Medisafe Technology (MS), perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di bidang industri sarung tangan di Jalan Batang Kuis, Gang Tambak Rejo, Pasar IX, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, diduga membuang limbah cair berwarna putih ke Sungai Belumai. Akibatnya warga tidak lagi dapat menggunakan air sungai untuk menjadi sarana mandi cuci dan kakus (MCK).
Hal ini dikatakan kata Zainal Abidin warga Pamah, Desa Dagang Kelambir, Ahad (14/7/2013).
Berdasarkan pantauan warga, limbah yang dibuang PT MS berwarna putih pekat dan pada waktu tertentu berwarna lain. Akibat pembuangan limbah kehidupan ekosistim air sungai menjadi terganggu. Indikasinya, dulu warga masih sering memancing di Sungai Belumai dan mendapatkan ikan akan tetapi saat ini sejak kehadiran pabrik warga menjadi jarang memancing, imbuh Zainal.
Lebih lanjut Zainal mengatakan, dugaan pencemaran air yang dilakukan PT MS berdampak luas terhadap ketidakseimbangan ekosistem sungai dan menyebabkan pertumbuhan tanaman air di luar kendali. Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen.
Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun. Walaupun dengan terang-terangan perusahaan PMA penghasil sarung tangan tersebut diduga membuang limbah ke Sungai Belumai namun tidak terlihat langkah yang dilakukan Bapedalda Deli Serdang. Dikhawatirkan ke depan, Sungai Belumai bukan lagi sungai akan tetapi sudah pembuangan limbah perusahaan sembarangan, terang Zainal.
Zainal juga mengecam pihak PT MS yang terkesan tidak peduli terhadap kelestarian Sungai Belumai akibat pembuangan limbah yang semena-mena oleh perusahaan. Pemkab Deli Serdang juga terkesan tidak peduli terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
Parahnya, PT MS juga membangun pembuangan limbah di jalur hijau. Pembangunan itu tentu berdampak terhadap minimnya ruang terbuka untuk mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan sungai, tambah Zainal.
Sayangnya pihak perusahan tidak berhasil dikonfirmasi wartawan. (BS-028)