Medan, (beritasumut.com) – Ramadhan Fair adalah sebagai kalender event sosial relegius merupakan wahana silaturrahim khususnya bagi umat muslim, juga media syiar Islam, sebagai sarana promosi dan pasar bagi pelaku UMKM, sekaligus event pariwisata. Berbagai masakan khas kuliner juga antraksi seni budaya Islami akan ditampilkan di arena Ramadhan Fair.
“Saya yakin event ini memberikan dampak ekonomi, sosial budaya serta keagamaan yang luas bagi masyarakat sekaligus dapat lebih mendorong kita mencintai seni dan budaya daerah khususnya yang bernuansa Islami,” ujar Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S saat membuka acara Ramadhan Fair X di Lapangan Cadika, Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Ahad (14/7/2013) malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Medan Amiruddin, Dandim 0201/BS Letkol Inf Hendryadi, Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, pengurus dan anggota TP PKK Kota Medan dan Pimpinan SKPD Pemko Medan.
Dikatakannya, untuk menyemarakkan bulan yang penuh berkah ini Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan Ramadhan Fair X Tahun 2013 di tiga lokasi yakni Taman Sri Deli, Medan Labuhan dan Medan Johor. Secara tradisi digelar setiap tahunnya, event ini menggelar berbagai kegiatan yang bernuansa Islami baik bidang ekonomi, seni budaya serta keagamaan, sehingga dapat semakin menyemarakkan aktivitas Ramadhan sekaligus membangun ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan yang erat.
Plt Walikota Medan dalam kesempatan itu meminta kepada semua agar bersama-sama menjaga kamtibmas, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman berada di lokasi Ramadhan Fair. Mari jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar dapat meraih semua keutamaan bulan Ramadhan sekaligus meningkatkan harmonisasi sosial yang semakin indah.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan dalam laporannya mengatakan, Ramadhan Fair berlangsung dari 10 Juli sampai 4 Agustus 2013, tujuannya adalah sebagai media syiar yang bermuara pada semakin kuatnya kehidupan beragama di Medan dengan meningkatkan ukhuwa Islamiyah sesama umat muslim dan meningkatkan toleransi antara umat beragama.
Selanjutnya, menggabungkan konsep edukasi melalui syiar Islam dengan media promosi dari pelaku UMKM baik berbasis kuliner maupun non kuliner, juga sebagai wadah hiburan yang bersifat religi, mengembangkan potensi pasar bagi para pelaku UMKM. Kegiatan ini juga dimaksud untuk menunjang upaya pembangunan sektor kepariwisataan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Medan.
Menurutnya, kegiatan Ramdhan Fair di Kampoeng Ramadhan Medan Johor ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sebelumnya di lokasi ini kegiatannya diprakarsai dan dilaksanakan oleh tokoh masyarakat Medan Johor. Disadari untuk melaksanakan serta meningkatkan kualitas kegiatan ini masih diperlukan lagi koordinasi dengan para stakeholder terkait dan sangat dibutuhkan lagi evaluasi atas setiap detail pelaksanaannya.
“Acara Ramadhan Fair di Medan Johor ini selain menampilkan produksi UMKM bidang kuliner dan non kuliner juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti tausiah, bazar, hiburan band bernuansa religi, lomba busana muslim anak-anak dan remaja serta nuzul Quran,” ujar Busral. (BS-024)