Ikatan Sarjana Katolik Sumut Dilantik

Redaksi - Rabu, 26 Juni 2013 00:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062013/beritasumut_Pelantikan-Iska-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Letjen TNI (Purn) TB Silalahi menghadiri sekaligus sebagai pembicara seminar pada pelantikan Ikatan Sarjana Katolik (Iska) Korda Sumatera Utara di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional (HDTI), Medan, Selasa (25/6/2013). 

Pelantikan Iska Sumut yang diawali dengan misa inkulturasi dipimpin Uskup Agung Medan AB Sinaga itu, dihadiri ribuan undangan dan sejumlah pejabat. Tampak hadir diantaranya Wakil Gubernur Sumut Tengu Erry Nuradi, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu, Kaden A Satbrimob Polda Sumut AKBP Adarma Sinaga, Hinca Panjaitan dan sejumlah undangan dari Jakarta.    

Ketua DPP Iska Muliana Margadana yang khusus datang dari Jakarta untuk melantik kepengurusan Korda Iska Sumut yang baru itu diantaranya Ketua Iska Sumut Hendrik H Sitompul, Sekretaris Delfius Ginting, Bendahara Efelin Silalahi dan sejumlah ketua bidang itu mengingatkan, agar Iska menjadi aset yang berharga. "Iska Sumut harus menjadi organisasi yang diperlukan dan berharga," kata Muliana.

  

Anggota DPD RI Parlindungan Purba berharap, organisasi Iska menjadi garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Usai dilantik, dalam sambutannya Ketua Korda Iska Sumut Hendrik H Sitompul berharap, Ikatan Sarjana Katolik dapat berkontribusi untuk pembangunan di Sumut dan Kota Medan. "Kita berharap, Iska diakomodir di pemerintahan, sehingga sarjana katolik khususnya dapat ikut bersama-sama membangun Sumut dan Indonesia," kata Hendrik.

Secara khusus, Hendrik juga menyampaikan kepada TB Silalahi yang juga Watimpres RI, agar Iska dapat berkontribusi di Jakarta hingga ikut didalam tim kementerian dan kepresidenan. "Kami sangat berterimakasih atas kehadiran Bapak TB Silalahi pada acara pelantikan Iska ini. Kami yakin Bapak TB Silalahi pasti sibuk, namun meluangkan waktu untuk Kami, terima kasih Pak TB Silalahi," kata Hendrik yang disusul aplaus seluruh pengurus Iska.

Wagub Sumut Erry Nuradi dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh pengurus Iska agar tidak berpikir hanya untuk mencari kerja. "Iska harus sanggup untuk membuka lapangan kerja melalui wira usaha, Pemprov Sumut membuka peluang untuk itu," kata Wagub.  

  

Sementara mantan Ketua Iska Sumut Jakaria Bangun, berharap sama agar Iska diberi kesempatan untuk berkontribusi dengan pemerintah. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelantikan Iska Sumut Wilfrid Sinaga mengakui, kehadiran TB Silalahi merupakan momen yang tepat agar Iska dapat bangkit dan bergerak. "Kami tidak dapat berbuat banyak, tapi momen dengan kehadiran Pak TB Silalahi akan kami jadikan motivasi bagi kami untuk bangkit dan bergerak," kata Wilfrid.

Selain Watimpres TB Silalahi, Meneg BUMN Dahlan Iskan sesuai jadwal hadir pada acara pelantikan Iska Sumut untuk berdialog interaktif tentang enterpreneurship. Namun karena ada panggilan mendadak dari Presiden RI, Meneg BUMN tertunda hadir. 

"Kalau Meneg BUMN Dahlan Iskan tidak bisa hadir karena ada panggilan dari presiden, saya itu gurunya Dahlan Iskan, jadi saya lebih tinggi lagi," kata TB Silalahi mengawali seminar singkat yang didampingi Hinca Panjaitan. 

TB Silalahi pada seminar itu mengakui, bahan yang disampaikan pada saat itu sudah setingkat menteri atau calon calon pemimpin negara. "Saya itu guru Lemhanas, bahan yang saya sampaikan ini sama, jadi ini seharusnya untuk kelas menteri," kata TB Silalahi sambil tertawa.

TB Silalahi dalam seminar itu menyampaikan, untuk calon pemimpin yang utama harus ada visi, kalau tidak ada visi tentu akan  susah menjalankan organisasi. "Jadi sama itu seperti Iska ini, Hendrik harus punya visi, mau kemana dibawa Iska ini ke depan," kata TB Silalahi.

Pemimpin harus tegas, harus mampu seperti singa dan memiliki seni. Namun harus bisa menjaga kehormatan. "Semua harta dan kekayaan anda boleh hilang, tapi kehormatan jangan sampai diambil orang lain," tegas TB Silalahi. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Lantik Kepala BPSDM dan Kepala Dinas Pendidikan

Peristiwa

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Peristiwa

Kahiyang Ayu Lantik 32 Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Sumut

Peristiwa

Walikota Binjai Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemko Binjai

Peristiwa

KORMI Medan Gelar Rapat Persiapan Pelantikan

Peristiwa

Bahlil Lantik 3 Pejabat SKK Migas, Minta Lifting Digenjot