Medan, (beritasumut.com) – Seorang warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditemukan tewas diterkam harimau, Sabtu (22/6/2013). Sebelumnya pada Maret lalu, seorang warga Ranto Panjang juga tewas diterkam harimau.
Torkis Lubis (21) ditemukan tewas dengan kepala terpisah dari badan akibat diterkam harimau, Sabtu (22/6/2013). Diduga korban diterkam harimau saat menyadap karet di kebunnya, sehari sebelumnya.
Peristiwa serupa merupakan kali kedua dalam tahun ini. Pada 11 Maret 2013 silam, Karman Lubis (31) juga tewas diterkam harimau saat menyadap karet di Ranto Panjang. Mayatnya ditemukan dalam keadaan tercabik dan terpisah badan dengan kepala.
Menyikapi keresahan warga, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara tengah melakukan persiapan penangkapan harimau. Hal itu disampaikan Staf Sub Bagian Data Evlap dan Humas BBKSDA SUmut Evansus R Manalu di Medan, Senin (24/6/2013).
Dijelaskan, penangkapan harimau menjadi salah satu opsi mengatasi masalah tersebut. Upaya yang akan dilakukan yakni membuat perangkap. Tetapi pihaknya juga mempertimbangkan kemungkinan lainnya jika ada opsi selain menjerat harimau itu.
Begitu mendengar ada warga yang ditemukan tewas berkas diterkam harimau pada Sabtu (22/6/2013), BBKSDA Sumut langsung berkoordinasi dengan banyak pihak. Terutama lembaga-lembaga yang aktif dalam upaya menangkap harimau pada Maret lalu, termasuk pihak Taman Nasional Batang Gadis.
Sejak kejadian Maret lalu, tim sudah berupaya menangkap harimau itu, tapi belum berhasil. Satu bulan lebih ditunggui, perangkap tidak mengena. Tiga unit perangkap lama akan difungsikan kembali. Hingga saat ini perangkap-perangkap itu masih tersebar di sejumlah titik. (BS-001)