Namorambe, (beritasumut.com) – Jembatan yang menghubungkan sejumlah desa ke ibukota kecamatan di Desa Salang Tungir, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang terancam ambruk. Satu dari dua penyangga jembatan bergeser akibat terkikis air.
Ali (40), warga yang melintas di jembatan kepada wartawan mengatakan, jembatan peyeberangan di atas Sungai Petani tersebut pernah ambruk pada Tahun 2012 silam. "Dulu, jembatan ini pernah ambruk sampai terputus, setahun lalu, namun kemudian diperbaiki oleh Dinas PU Unit Jalan dan Jembatan Deliserdang,” kata Ali, Rabu (19/6/2013).
Ali menambahkan, penyangga jembatan tersebut bergeser akibat terkikis air karena pihak Dinas PU Deliserdang tidak profesional saat membangun jembatan. "Manalah yang abang lihat bangunan Dinas PU Deliserdang yang bagus, semua asal-asalan saja, termasuk pengerjaan tambal sulam yang mereka kerjakan saat ini untuk menambal jalan-jalan yang berlubang. Begitu ditempel, sepekan kemudian kembali lagi berlubang. Gak heranlah bang, kalau beton penyangga itu bisa bergeser,” beber Ali.
Lain halnya dikatakan Bistok Simorangkir (53). Menurut pria berperawakan kurus yang mengaku kerap memancing di sekitar lokasi jembatan mengatakan penyebab bergesernya penyangga jembatan akibat penambangan Galian C secara liar yang semakin tidak terkendali di sekitar jembatan.
“Semua alur sungai disini habis di rusak untuk diambil materialnya, bahkan di beberapa titik, alur sungai telah dipersempit oleh pelaku penambangan liar. Sehingga berdampak buruk pada kondisi jembatan,” katanya.
Sayangnya, kata Simorangkir, pihak terkait tidak pernah melakukan penertiban terutama galian C liar yang ada di bagian hulu jembatan yang makin bertabur. Padahal, jembatan itu sangat vital. Kalau jembatan itu sampai putus, maka sangat memberatkan masyarakat menuju Ibukota Kecamatan Namorambe. Sebab harus memutar di jalan lain melalui Kecamatan Birubiru dengan jarak yang cukup jauh.
"Kalau sudah begini, pasti tidak ada lagi yang mau bertanggung jawab, sementara, masyarakat sangat memutuhkan jembatan ini sebagai jalan alternatif menuju Kecamatan Namorambe. Bila ini dibiarkan, sangat dikawatirkan akan mengambil korban jiwa,” katanya lagi.
Sayangnya Camat Namorambe Hendra Wijaya ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat. Menurut salah satu pegawai, camat sedang keluar kantor. (BS-028)