Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin melepas 16 orang pelajar Kota Medan ke Kota Gwangju, Korea, yang akan mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange program) Tahun 2013. Diharapkan para pelajar dapat menjadi duta budaya dan persahabatan Kota Medan bagi masyarakat Gwangju dan memberikan kesan yang baik tentang Medan kepada masyarakat disana. Selain itu mampu mempelajari budaya, etos kerja, bahasa, metode pendidikan serta kemajuan-kemajuan negara Korea. Pertukaran pelajar Medan berbau nepotisme.
Acara pelepasan ini digelar di Medan Club, Jalan Kartini, Medan, Selasa (18/6/2013) malam. Selain Eldin, pelepasan itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho didamping istri Sutias Handayani, Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis, Ketua Asosiasi Sister City Kota Medan Bayu Fadlan.
16 siswa yang akan mengikuti student exchange program ini diantaranya Aisyah Na’ilah Rabbany (siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Medan) putri Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Via Karina Nabila (siswa Kelas XI SMAN 1 Medan) putri Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, Raufah Melvidya Lubis (siswa Kelas XI SMA Sutomo 1 Medan) putri Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis dan Linny Firdaus (siswa Kelas XSMA Sutomo 1 Medan) putri Anggota DPRD Medan Lily.
Eldin yang hadir didampingi istri Rita Maharani dalam sambutannya berharap, seluruh peserta yang mengikuti program pertukaran pelajar ini dapat belajar banyak dari Kota Gwangju seperti kultur masyarakat Korea, etos kerja, budaya, bahasa, pendidikan serta kemajuan-kemajuan negara tersebut. “Jadi pergunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, juga sebagai bekal hidup pada masa yang akan datang,” kata Eldin.
Menurut Eldin, program pertukaran pelajar ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus untuk menjalin kerjasama internasional dan membina hubungan baik antara Kota Medan dan Kota Gwangju. Program ini dinilaisangat efektif untuk bertukar ilmu pengetahuan serta mengembangkan dialog dan kesepahaman antar pelajar dari berbagai negara.
Eldin berharap program ini tidak hanya sebatas menjalin silaturahim atau pertemanan pelajar antar negara. Lebih dari itu dia menginginkan pertukaran pelajar semacam ini dapat berkontribusi bagi perdamaian, kem ajuan dan kesejahteraan masyarakat dunia. Yang lebih penting lagi, program ini diharapkannya dapat meningkatkan kepercayaan diri para pelajar untuk bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di negara lain.
“Pertukaran pelajar ini bisa menjadi modal untuk menjadi anak-anak yang cerdas, mandikri dan mudah beradaptasi dengan siswa dari negara lain. Selain itu pertukaran pelajar ini juga merupakan pengalaman sangat berharga bagi anak-anak kita yang terpilih menjadi duta, sebab tidak semua pelajar yang memiliki kesempatan seperti ini,” ungkapnya seraya berpesan agar seluruh pelajar mampu menjaga norma-norma masyarakat, khususnya di Kota Gwangju.
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mewakili orang tua siswa berharap agar program pertukaran pelajar ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para siswa yang mengikutinya untuk dijadikan bekal di masa depan. Baik itu untuk diri sendiri, bangsa, negara dan agama. Selanjutnya selaku mewakili orang tua murid, dia menitipkan seluruh pelajar kepada para pendamping untuk dijaga, dibimbing dan terus didampingi selama berada di Kota Gwangju sehingga para orang tua merasa lebih tenang.
Sebelumnya, Kabag Hubungan Kerja Sama Kota Medan M Rivai Nasution dalam laporannya menjelaskan tujuan pertukaran pelajar ini digelar untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan internasional, memperkenalkan kebudayaan dan potensi bangsa Indonesia. Selain itu memperluas jaringan persahabatan luar negeri serta untuk mengetahui seluk beluk kebudayaan asing bagi para pelajar Medan.
Rivai menjelaskasn, pertukaran pelajar ini diikuti 16 pelajar dari sejumlah sekolah di Medan. Perinciannya, SMAN 1 Medan 2 orang, SMAN 4 Medan 2 orang, SMA Harapan 1 Medan 1 orang, SMA Harapan 3 Medan 2 orang, SMA Syafiatul Amaliyah 3 orang, SMA Sutomo Medan 3 orang, MAN 1 Medan 1 orang dan MAN 2 Medan 2 orang. Selama berada di Kota Gwangju 19 s/d 28 Juni mendatang, seluruh siswa akan didampingi 3 orang pendamping dari Bagian Hubungan Kerja Sama.
“Agar seluruh pelajar yang mengikuti program pertukaran pelajar ini siap, percaya diri, mandiri serta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Kota Gwangju, kita telah memberikan pembekalan berupa pelatihan singkat dan insentif bahasa Korea. Selain itu mereka juga kita bekali dengan keterampilan kesenian tradisional tradisional daerah di Sumatera Utara berupa nyanyian dan tarian. (BS-024)