Pancurbatu, (beritasumut.com) – Rayun Nainggolan (40) warga Jalan Flamboyan Raya, Lingkungan XII, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, tewas dengan kondisi kepala pecah ketika becak barang tanpa plat yang dikemudikannya bertabrakan dengan dum truk BK 9455 LK di Jembatan Merah Sungai Belawan, Jalan Tuntungan-Kutalimbaru, Sabtu (15/6/2013) sekira pukul 10.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, siang itu Rayun yang kesehariannya mencari barang bekas (botot) berangkat dari rumahnya ke kawasan Tuntungan dengan menggunakan becak barang miliknya.
Setibanya di dekat lokasi kejadian, karena jalannya menurun sebelum jembatan, Rayun harus menurunkan laju kendaraan yang dikemudikannya. Tanpa disadarinya, tiba-tiba dari arah yang sama, satu unit mobil dump truck sarat muatan dengan kecepatan tinggi menabrak korban dari belakang. Seketika itu juga tubuh beserta becak korban terseret mobil besar tersebut.
Akibatnya korban pun sempat terseret sejauh 10 meter dan menyebabkan otak korban berceceran di atas jembatan merah dan korban tewas di tempat. Begitu juga dengan becak yang dikemudikan korban mengalami rusak parah.
Melihat itu, warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian, selanjutnya menghubungi petugas kepolisian. Tak berselang lama, petugas lalulintas Polsek Pancurbatu tiba di lokasi. Selanjutnya melakukan olah TKP dan memboyong jenazah korban ke RSUP H Adam Malik, Medan dan mengamankan kedua barang bukti ke Mapolsek Pancurbatu guna pengusutan lebih lanjut.
Warga sekitar bermarga Sembiring salah satu saksi mata mengatakan, sebelum kejadian, truk meluncur dari atas dengan arah yang tak menentu. Saat itu supir seakan kehilangan kendali. Truk lari ke kanan dan kiri jalan dengan kecepatan tinggi. Bahkan sebelum menabarak becak itu, truk sempat membuat jatuh pengendara sepeda motor, ujar Sembiring.
Dikatakannya lagi, begitu tiba di pinggir jembatan itu, truk tersebut langsung menabarak becak barang korban dari belakang. Akibatnya tukang botot itu tewas di tempat pas di bawah kolong truk.
Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu melalui Kanit Lantas AKP E Tampubolon saat dikonfirmasil membenarkan terjadinya lakalantas tersebut. “Saat ini kita telah menangani kecelakaan yang merenggut nyawa itu. Namun setelah kejadian pengemudi langsung melarikan diri," ujar Tampubolon. (BS-028)