Medan, (beritasumut.com) – Guna mempercepat perluasan penyediaan layanan pendidikan berkualitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melakukan akselerasi program USAID PRIORITAS di dua kecamatan baru yaitu Pangkatan dan Panai Hulu. Percepatan ini akan menjangkau 12 SD, 4 SMP dan memberikan manfaat langsung kepada 2500 siswa.USAID PRIORITAS sendiri telah bekerja di Kecamatan Rantau Utara dan Bilah Hulu sejak Tahun 2012. Di kedua kecamatan ini USAID PRIORITAS bermitra dengan 18 SD/MI dan 6 SMP/MTs. “Dengan penambahan dua kecamatan baru, berarti pada tahun ini ada empat kecamatan yang akan mengimplementasikan layanan pendidikan berkelas dunia di Labuhanbatu,” terang Erix Hutasoit, Provincial Communication Specialist USAID PRIORITAS Sumatera Utara melalui surat elektronik, Rabu (12/6/2013).Erix Hutasoit mengatakan program USAID PRIORITAS dirancang untuk menyediakan layanan pendidikan dasar yang berkualitas. Di tingkat SD/MI mengembangkan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Di tingkat SMP/MTs mengembangkan CTL (Contextual Teaching and Learning. Selain itu USAID PRIORITAS juga membantu sekolah mampu mengimplementasikan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pada tingkat kabupaten, USAID PRIORITAS membantu dinas pendidikan untuk menyusun rencana strategis, menghitung BOSP, menganalisis distribusi guru dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.Lebih lanjut Erix Hutasoit mengatakan, program USAID PRIORITAS relevan dengan tujuan pendidikan abad 21. Pendidikan abad 21 ditujukan agar siswa memiliki keterampilan untuk bersaing di dunia global. Keterampilan itu meliputi: (1) critical thinking and problem solving, (2)collaboration across network and leading by influence, (3) agility and adaptability, (4) initiative and entrepreneurialism, (5) effective oral and written communication, (6) accessing and analyzing information, dan (7) curiosity and imagination.”Karena itu perlu dikembangkan model pembelajaran dan tata kelola pendidikan yang mendukung tercapainya keterampilan-keterampilan tersebut,” tukas Erix Hutasoit lebih lanjut.Kadis Pendidikan Labuhanbatu Iskandar menyebut perluasan implementasi program USAID PRIORITAS sebagai realisasi komitmen Bupati Tigor Panusunan Siregar untuk menyediakan layanan pendidikan bermutu. Direncanakan dalam lima tahun, seluruh kecamatan telah bisa mengakses layanan pendidikan berkelas dunia yang dibiayai APBD.”Kami ingin semua siswa di Labuhanbatu mendapat pendidikan berkualitas, sehingga mereka berhasil di masa depan,” tukas Iskandar.Koordinator Daerah USAID PRIORITAS Labuhanbatu Agus Sanjaya Daulay mengatakan proses akselerasi di dua kecamatan baru segera dimulai. USAID PRIORITAS akan mendukung dinas pendidikan dalam mengimplementasian perluasan program tersebut.”Kita akan mulai dengan membantu merekrut dan menseleksi guru-guru, pengawas dan kepala sekolah terbaik sebagai tenaga fasilitator. Merekalah yang akan menjadi ujung tombak peningkatan mutu di dua kecamatan baru itu,” terang Agus Sanjaya.Program USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) adalah program lima tahun bernilai 83,7 juta USD yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Di Indonesia, program ini dilaksanakan di tujuh provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan).Di Provinsi Sumatera Utara pogram ini bekerja di 10 kabupaten/kota (Medan, Binjai, Deliserdang, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan) dan bermitra dengan 2 LPTK (Lembaga Pendidik Tenga Kepenidian) yaitu Universitas Negeri Medan dan IAIN Sumatera Utara. Program akan menjangkau 208 sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan madrasah dan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 50.000 siswa. (BS-003)