Medan, (beritasumut.com) – Penyebab utama kebakaran adalah prilaku masyarakat yang belum tertib dalam penggunaan listrik. Padahal secara teknis PT Perusahaan Listrik Negara sebagai penyuplai tenaga listrik di seluruh Indonesia sudah melakukan proteksi untuk pencegahan kebakaran. Untuk itulah edukasi pemakaian listrik yang benar harus digalakkan guna mendorong masyarakat dapat mengubah prilaku ke arah yang lebih baik dan benar.Contoh sederhana, sering kali ditemukan saat pemasangan listrik di rumah masyarakat menggunakan jasa tukang bangunan. Padahal idealnya dalam pemasangan jaringan instalasi listrik melalui prosedur menggunakan jasa tenaga ahli listrik yang tergabung dalam AKLI. Hal seperti inilah yang akan menjadi tantangan kita bersama kedepannya.Hal ini dikatakan Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam sambutannya saat membuka acara Musyawarah (Muscab) AKLI VIII Kota Medan di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, Rabu (5/6/2013). Hadir dalam kesempatan tersebut, Sedkda Medan Syaiful Bahri Lubis, Ketua DPD AKLI Sumatera Utara Roland Siahaan, Manager PT PLN Area Medan Abdul Haris, Manager PT PLN Area Lubuk Pakam diwakili Asisten Manager Produksi Aswad Subagio, Panitia Muscab Abdu Basya Hasibuan.Dikatakannya, kebutuhan akan energi listrik makin berkembang seiring dengan geliatnya pembangunan di bidang teknologi, industri dan informasi. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah konsumsi listrik terus mengalami peningkatan secara nasional berada pada kisaran 10 sampai 15 persen per tahun, namun pada pelaksanaannya penyediaan energi listrik belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Tingginya biaya pembangunan sistem suplai dan terbatasnya kemampuan finansial merupakan faktor utama yang menjadi penghambat penyediaan energi listrik secara optimal.“Solusi dalam mengatasi masalah kelistrikan tidak terbatas kepada penambahan jumlah anggaran untuk membeli bahan bakar minyak sebagai sumber energi pembangkit, tetapi yang lebih penting adalah peran konsumen itu sendiri bagai mana melakukan penghematan pemakaian listrik dengan cara yang efesien,” ujar Eldin.Diharapkan, pelaksanaan Musyawarah Cabang VIII AKLI nantinya dapat memilih pengurus yang baru serta bisa menghasilkan torbosan baru dalam sektor ketenagalistrikan sebagaimana dengan visinya yakni menjadikan kontraktor listrik dan mekanikal Indonesia sebagai pelaku usaha sektor ketenagalistrikan yang terpercaya, profesional, mandiri dan berdaya saing.Ketua DPC AKLI Medan Parlaungan Simangonsong mengatakan, Musyawarah Cabang AKLI ini merupakan tuntunan dari organisasi yang digelar sesua amanah darai peraturan AnggaranDasar dan Anggarana Rumah Tangga. Selain memilih kepengurusan baru periode 2013-2016, peserta muscab juga menyusun program kerja ke depan. (BS-024)