Medan, (beritasumut.com) – Pasangan suami istri (Pasutri) Marlon Ginting (58) dan Mariani Br Sitepu (54) tewas terbakar setelah api melalap rumah mereka di Jalan Karet Raya, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Ahad (2/6/2013) sekitar pukul 10.30 WIB. Selain menewaskan pasutri tersebut, api juga menyebabkan Dimas (24) mengalami luka bakar cukup parah dan kini menjalani perawatan intensif di RS Adam Malik, Medan.Terkait dengan musibah kebakaran yang terjadi, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Dzulmi Eldin mengimbau seluruh warga Kota Medan untuk selalu waspada. Apalagi kondisi cuaca saat ini sangat terik sekali sehingga rentan terjadinya kebakaran. Termasuk, menghindari terjadinya korsleting listrik yang sering menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kebakaran. Untuk musibah kebakarani di Simalingkar yang diduga akibat korsleting pada saat pengisian bensin dalam tangki mobil dalam kondisi mesin hidup, Eldin pun berharap agar tidak terulang kembali. “Saya minta masyarakat untuk tidak mengisi bensin dalam kondisi mesin hidup. Matikan mesin mobil sebelum pengisian bensin dilakukan. Di samping itu saya juga minta kepada para penjual untuk bersikap tegas terhadap pemilk mobil yang akan melakukan pengisian. Minta kepada pemilik mobil untuk mematikan mesin mobilnya lebih dahulu, setelah itu barulah pengisian bensin dilakukan. Hal ini harus dilakukan agar musibah seperti ini tidask terulang kembali,” harap Eldin didampingi Sekda Syaiful Bahri Lubis, Asisten Pemerintahan Musadat Nasution, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Medan Hanna Lore Simanjuntak, Kabag Tata Pemerintahan Pahri Matondang dan Camat Medan Tuntungan Gelora Ginting ketika melihat jenazah pasutri tersebut di Instalasi Jenazah RS Adam Malik, Medan.Disinggung mengenai kelengkapan peralatan pemadam kebakaran dan mobil pemadam kebakaran dalam memadamkan api, Eldin mengaku apa yang dimiliki Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Kota Medan sudah cukup dan mampu untuk membantu memadamkan api apabila kebakaran terjadi. Termasuk, memadamkan api apabila kebakaran terjadi di dalam gang-gang. “Peralatan kita sudah lengkap. Meski demikian setiap tahunnya, peralatan kebakaran kita tambah sehingga setiap kebakaran terjadi cepat diatasi,” paparnya.Sementara itu Camat Medan Tuntuntan Gelora Ginting menjelaskan kronologis kebakaran. Amuk si jago merah berawal dari satu unit mobil pick-up yang sedang mengisi bensin galon eceran dalm kondisi mesih mobil tetap menyala. Entah bagaimana terjadi korsleting dan api menyambar bensin dan galon eceran. Api dengan cepat membesar dan menyambar rumah, termasuk mobil yang ada dalam garasi di rumah tersebut.“Kebakaran ini menyebabkan 1 unit rumah hangus terbakar, sedangkan tiga rumah yang berada di samping kiri, kanan dan belakang rumah juga ikut terbakar tapi tidak parah. Jadi total rumah yang terbakar sebanyak 4 unit. Sedangkan korban jiwa yang meninggal dua orang yakni Marlon Ginting dan Marian Br Sitepu. Sedangkan korban yang mengalami luka bakar cukup serius adalah Dimas,” papar Gelora Ginting. (BS-024)