Medan, (beritasumut.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan revisi pengumuman kelulusan Ujian Nasional 2013 untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang semula mengumumkan 4.564 siswa tak lulus ujian namun setelah adanya revisi maka siswa SMA/Madrasah Aliyah dan SMK yang tidak lulus hanya 291 orang.Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Mohammad Zein di Medan, Jumat (24/5/2013) menyatakan, data ini diperoleh dari Puspendik yang mengumumkan angka kelulusan. Hal ini terjadi karena kondisi pemindaian bagi naskah jawaban yang difotokopi terpaksa digunakan sebagai ganti keterlambatan dalam pendistribusian.Bahkan untuk naskah UN IPS sempat tertunda pada pekan berikutnya atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan ujian nasional setingkat SMP, ini juga mengakibatkan kesulitan.Sehingga lembaran jawaban difotokopi maupun naskah jawaban bagi ujian yang tertunda saat dilakukan pemindaian mengalami keterlambatan ditambah lagi dengan naskah jawaban yang fotokopi harus melakukan pengopian data ulang sehingga baru bisa dilakukan penilaian ujian.Dikatakannya, meski begitu salinan kelulusan bagi para siswa ini telah dikirimkan ke 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara dan telah diumumkan.Maka dengan dikeluarkannya data resmi ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Mohammad Zein menyatakan, untuk SMA dan Madrasah Aliyah, dari 117.961 siswa, yang tidak lulus sebanyak 253 orang atau mencapai 0.22 persen. Sedangkan untuk SMK, dari 82.426 peserta, yang tidak lulus sebanyak 38 siswa atau 0.05 persen.Sementara itu, dari data yang diperoleh, ketidaklulusan terjadi di Kabupaten Padang Lawas untuk tingkat siswa SMA/Madrasah Aliyah, dari 1.935 siswa yang tidak lulus sebanyak 64 orang atau 3,31 persen, disusul Medan tercatat 55 orang tak lulus dengan rincian untuk SMA/Madrasah Aliyah dari 24.532 peserta, yang tidak lulus 42 siswa atau 0,17 persen. Sedangkan untuk SMK dari 16.643 peserta, yang tidak lulus 13 atau 0,08 persen.Kemudian pada posisi ketiga Kabupaten Tanah Karo. Dari 3.141 siswa, yang tidak lulus sebanyak 41 orang atau 1,31 persen. (BS-021)