Tiga Walikota Demo Lion Air

Redaksi - Selasa, 07 Mei 2013 23:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052013/beritasumut_Demo-Lion.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Palangkaraya, (beritasumut.com) – Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 9 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Palangkaraya dan penumpang lain mendemo Maskapai Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (6/5/2013). Penumpang Lion tiga diantaranya Walikota Solok Irjal Ilyas, Walikota Palu Rusdi Mastura dan Walikota Metro Lampung Lukman Hakim.

Ketiga walikota ini ikut mendemo pihak Lion Air di Gate B2 Bandara Soekarno-Hatta bersama ratusan penumpang Lion dari berbagai daerah. Ketiga walikota ini transit dengan tujuan Palangkaraya saat baru mendarat dari sejumlah daerah di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka melalui staf saat melapor di bagian transit ditawari pihak Lion untuk berangkat lebih cepat dari jadwal. 

"Kami berangkat seharusnya 11.40 WIB, dan ditawari pukul 10.30 WIB. Tapi, setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak ada kejelasan. Akibatnya penumpang pun mendatangi bagian informasi di Gate B2," kata Walikota Palu yang juga memegang HT milik petugas Lion.

Melalui HT, Rusdi Mastura beberapa kali meminta agar ada kejelasan soal status keberangkatan mereka. Pasalnya dirinya harus menghadiri Welcome Dinner Party Rakernas Apeksi yang dihadiri walikota se Indonesia. "Saya seharusnya sesuai tiket berangkat pukul 11.40 WIB. Saat ditawari berangkat lebih cepat pukul 10.30 WIB saya mau saja. Ternyata yang terjadi malah kita ditipu," katanya.

Dia mengaku heran, pihak Lion berani menjanjikan penerbangan lebih cepat tapi belum ada standar operasional prosedur (SOP) antara lain belum ada koordinasi dengan pihak tower, bahkan tidak ada izin penerbangan. "Yang saya herankan, Lion ngasih tiket tapi tidak ada pesawat. Berani kali," kata.

Hal senada disampaikan Walikota Metro Lampung Lukman Hakim. Dia mengaku kecewa dengan manajemen Lion yang merasa melakukan pembohongan dan penipuan. "Ini harus menjadi perhatian dan ke depan harus ada perbaikan. Kita kesal dibohongin dengan caranya ditawari penerbangan maju tapi ternyata ditipu," katanya.

Walikota Solok Irjal Ilyas juga mengatakan dirinya sangat kecewa dengan pelayanan Lion. Padahal, dirinya akan menghadiri acara nasional Rakernas Apeksi di Palangkaraya. Tapi semua terganggu karena jadwalnya tidak sesuai. Dia mengaku rugi akibat kejadian ini karena ada transaksi yang gagal.

Sejumlah penumpang yang kebanyakan peserta Rakernas ke 9 Apeksi sangat menyesalkan ketidakprofesional pihak Lion karena banyak pejabat yang terlambat menghadiri Welcome Dinner Party.  "Saat penumpang meminta kejelasan jawaban pihak Lion tidak ada yang pasti," kata Kasubbag Pengumpulan dan Penjaringan Informasi Sekretariat Daerah Kota Medan Yurmal Hijrah.

Dia mengatakan, yang menawari berangkat lebih cepat staf Lion di bagian transit, Arif Surbakti. Tentu saja, dirinya dan rombongan dari Pemko Medan menerima. Sayang bukan malah berangkat cepat malah terlambat.  "Pihak maskapai cuma beralasan pesawat lagi diperbaiki," katanya.

Perwakilan pihak Lion, Martin datang pada pukul 12.45 WIB. Menurutnya, jadwal keberangkatan yang didahulukan belum ada ada koordinasi dengan pihak tower. Spontan jawaban itu membuat penumpang kecewa. Tapi Martin berjanji satu jam akan ada jawaban. Penumpang pun lega. Ditunggu-tunggu ternyata pukul 14.00 WIB juga tidak ada kejelasan. Penumpang pun akhirnya demo lagi. Bahkan, bersama sejumlah walikota penumpang yang kebanyakan peserta Apeksi mendatangi pihak manajemen di lantai bawah. Sementara sejumlah kepala dinas berteriak-teriak dan memarahi setiap petugas Lion yang melintas di area Gate B2.

Aksi ini mengundang perhatian penumpang lain. Tidak lama datang perwakilan Manajemen Lion, Budi. Sebelumnya petugas keamanan Bandara pun berdatangan untuk menenangkan kondisi ini. Dia mengaku setelah direservasi ternyata ada kesalahan dan pihak Lion siap menerbangkan penumpang dan memenuhi segala ketentuan perundang-undangan seperti memberi makanan dan uang pengganti. 

Sayang uang pengganti yang dijanjikan ke penumpang di Bandara Tjilik Riwur Palangka Raya, tidak jelas. Kemarahan penumpang kembali memuncak. Meja maskapai Lion pun pun digebrak ratusan penumpang yang sudah emosi sejak di Jakarta.

Sejumlah peserta dari Medan yang ikut dalam peristiwa itu antara lain, Kadis Koperasi dan UMKM Tunggar Harahap serta Kasie Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Ian Elly Polluwan. Mereka bahkan sempat tidak sempat mandi dan langsung menghadiri welcome dinner party di Halaman Kantor Walikota Palangkaraya, Jalan Cilik Riwut, Senin (6/5/2013) malam. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Mantan Calon Walikota Siantar Diperiksa Polda Sumut

Peristiwa

Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional

Peristiwa

Bonus Demografi 2020-2030, Berkah atau Justru Jadi Bencana

Peristiwa

Taman Bacaannya Dipuji Wakil Walikota, PMI Medan Denai Berbangga Hati

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Tinjau Taman Bacaan PMI di Denai

Peristiwa

Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu