Usai UN, Pelajar SMPN 16 Medan Sumbangkan Baju Seragam

Redaksi - Kamis, 25 April 2013 23:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042013/beritasumut_Sumbangkan-Baju-Seragam.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Medan, (beritasumut.com) – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA dan SMP Tahun 2013 telah usai. Banyak hal yang patut disikapi dan dikoreksi demi peningkatan mutu pendidikan. Seperti keterlambatan pendistribusian dan dugaan kebocoran soal sampai tuntutan UN ditiadakan diharapkan menjadi bahan motivasi dan evaluasi semua pihak ke depan. Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Medan Ir Yahya Payungan Lubis di Medan, Kamis (25/04/2013) menyikapi pelaksanaan UN yang banyak sorotan saat ini. Yahya berpendapat bagi siapa yang mengkritik diharapkan dapat memberikan solusi demi kemajuan pendidikan. Kendati banyak tudingan miring dan sorotan terhadap pelaksanaan UN, namun menurut Yahya, di balik semua itu ada hal yang patut dicontoh khususnya dengan aksi sosial yang dilakukan para siswa yakni mengumpulkan baju seragam sekolah untuk disumbangkan. Dikatakan Yahya, perilaku sebagian para siswa yang bersedia mengumpulkan baju seragam untuk disumbangkan patut dicontoh dan diapresiasi. Kerana dapat merubah dan menyadarkan bagi siswa yang telah membudaya dengan aksi coret baju usai berakhir UN. “Perilaku itu harus diteladani dan ditindaklanjuti pihak guru dan pejabat Dinas Pendidikan, karena sangat bermanfaat bagi yang kurang mampu,” terang Yahya. Seperti pantauan wartawan di SMP Negeri 16 Medan, Kamis (25/04/2013), usai berakhirnya UN, sebanyak 262 siswa di sekolah tersebut seluruhnya mengumpulkan baju seragam sekolah yang dikoordinir Kepala SMPN 16 Irnawati MM. Jumlah baju yang dikumpul tergantung kerelaan siswa yang akan disumbangkan kepada adik kelas bahkan bagi siswa dari sekolah lain bagi yang membutuhkan. Dikatakan Irnawati, aksi kumpul baju seragam di SMPN 16 dilakukan untuk menanamkan rasa empati terhadap siswa kepada sesama temannya yang kurang mampu. Selain itu, juga dianggap dapat menghindari aksi coret coret baju usai UN. Bahkan pada hari terakhir UN, pihak sekolah sudah menyiasati seminimal mungkin aksi coret. Pihak sekolah menganjurkan pelajar pakai baju seragam batik, karena jika terjadi pun aksi coret tidak begitu kelihatan. Ditambahkan Irnawati, selain menyarankan pakai baju batik, pihaknya juga punya tips tersendiri yakni selesai UN, murid tidak diperbolehkan langsung pulang. Melainkan, diberikan bimbingan dan arahan di halaman sekolah oleh kepala sekolah selanjutnya disuruh masuk kelas masing-masing dengan alasan menunggu pengumuman dari wali kelas terkait hasil lulusan.“Tentu dengan cara ini sudah menyita waktu murid agar betah di sekolah dan mengurangi rasa euforia,” ujar Irnawati. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern