Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM meninjau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) Tahun 2013 di sejumlah SMA/SMK/MA di Kota Medan, Senin (15/04/2013). Selain ingin melihat proses pelaksanaan ujian, kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan ini untuk memberikan motivasi bagi para siswa agar dengan tenang dan teliti dalam menjawab soal-soal. Dengan demikian hasil yang diperoleh dapat lebih baik dan memuaskan lagi.
Dari hasil peninjuaan yang dilakukan, proses pelaksanaan ujian berlangsung dengan aman dan lancar. Namun dari laporan yang diperoleh Walikota, ada dua sekolah yang tidak mendapatkan naskah ujian yakni SMA Negeri 10 Medan dan MAN 2 Model.
“Secara umum pelaksanaan UN berjalan dengan lancar. Hanya saja berdasarkan laporan yang kita peroleh, ada dua sekolah yang tidak punya naskah ujian yakni di SMA Negeri 10, dan MAN 2 Model. Sedangkan di sekolah lain yang mengikuti UN di Kota Medan tidak ada kendala,” kata Walikota ketika meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1 Medan.
Dalam melakukan peninjauan Walikota yang turut didampingi Wakil Walikota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Kadis Pendidikan Parluhutan Siregar, serta sejumlah Pimpinan SKPD Pemko Medan, termasuk Kabag Humasy Budi Hariono SSTP, Walikota menjelaskan untuk SMA Negeri 10 Medan jurusan IPA tidak ada naskah ujian Bahasa Indonesia. Begitu juga dengan MAN 2 Model, naskah ujian Bahasa Indonesianya tidak ada.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Walikota telah memerintahkan Kadis Pendidikan Kota Medan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. “Saya belum tahu persis berapa jumlah siswa yang tak ikut UN dari kedua sekolah tersebut lantaran naskah UN tak masuk. Sedangkan sekolah lainnya, UN berjalan lancar,” ungkapnya.
Menurut Walikota, jika misalnya ada 1.000 orang peserta UN yang masuk, sedangkan naskah ujian yang masuk hanya 800 lembar soal, maka untuk menutupi kekurangan soal dapat dilakukan dengan jalan memfotokopi soal yang ada. Dengan demikian para siswa dapat mengikuti ujian. “Ini bukan soalnya yang kurang tetapi tidak masuk. Jadi tidak boleh difotokopi,” ungkapnya.
Meski demikian Walikota mengaku sangat bersyukur permasalahan UN di Medan tidak terlalu parah dibandingkan di kota-kota lain maupun provinsi lain yang bahkan sempat menunda pelaksanaan UN. Untuk pelaksanaan UN di Kota Medan Tahun Ajaran 2012/2013, siswa yang mengikuti UN berjumlah 38.127 orang. Dari jumlah itu siswa SMA berjumlah 22.555 orang, siswa SMK berjumlah 14.258 orang dan siswa Paket C berjumlah 1.314 orang.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Medan Drs H Ahmad Siregar MM menjelaskan pelaksanaan UN di sekolahnya diikuti 293 peserta yakni IPA sebanyak 258 siswa dan IPS sebanyak 35. Sementara itu sekolah yang menumpang ujian yakni SMA Al Bukhari Muslim yang diikuti 3 siswa, dan SMA Singapore School juga 3 siswa.
Sebelumnya, Walikota meninjau pelaksanaan ujian di SMA Negeri 7 Medan, Jalan Timur Ujung, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur. Setelah itu diteruskan dengan meninjau SMK Negeri 5 Medan yang lokasi berkisar 300 meter dari SMA Ngeri 7 Medan. Menurut Kepala SMK Negeri 5 Medan Drs Maraguna Nasution MAP, pelaksanaan UN di sekolah yang dipimpinya berjalan dengan aman dan lancar. Artinya, naskah ujian hari pertama yakni Bahasa Indonesia lengkap diterima.
“Jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 304 siswa dengan menggunakan 16 ruangan, masing-masing ruangan berisi 20 siswa. Selain itu di SMK Negeri 5 juga ada siswa yang menumpang ujian dari SMK Tritech sebanyak 236 siswa yang menempati 12 ruangan,” jelas Maraguna.
Sedangkan Kadis Pendidikan Kota Medan Drs Parluhutan Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan mengenai pelaksanaan UN mengatakan, pelaksanaan UN hari pertama diketahui tidak hadir sebanyak 43 siswa jurusan IPA, 65 siswa jurusan IPS dan 291 dari siswa SMK. Dijelaskannya, pendistribusian soal ujian telah dilakukan mulai pukul 05.15 sampai 06.00 WIB. Pendistribusian soal langsung ke sekolah-sekolah dengan pengawalan ketat. (BS-024)