Medan, (beritasumut.com) – Rusli (55) tampak bahagia, saat menerima uang Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp12.300.000. Rusli yang merupakan pensiunan PTPN II Kebun Tanjung Jati, Binjai itu, menerima uang JHT setelah memasuki usia pensiun 55 tahun.Bertempat di Gedung PT Jamsostek Kantor Cabang Tanjung Morawa, Selasa (02/04/2013) lalu, Rusli yang tercatat sebagai peserta Jamsostek sejak Tahun 1990 mengatakan tidak ada masalah dalam pengambilan JHT sebagaimana keterangan pers Jamsostek Tanjung Morawa, Kamis (04/04/2013).“Saya tidak ada masalah, pencairan lancar, jelas dan tidak dipersulit. Terima kasih Jamsostek,” ungkap Rusli singkat menanggapi pemberitaan yang menyebutkan dugaan manipulasi data beberapa karyawan PTPN II dalam pencairan dana JHT.Senada dengan Rusli, Humas PTPN II Kebun Marike yang diperbantukan di PT INK Kebun Marike, Muhammad Amran, di tempat yang sama, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam pencairan dana JHT Jamsostek.Menurut Amran, sebanyak 486 orang karyawan PTPN II Kebun Marike terdaftar menjadi peserta Jamsostek dan selama 6 bulan terakhir, setidaknya 20 orang telah mencairkan Dana JHT di PT Jamsostek Cabang Tanjung Morawa, tidak ditemukan permasalahan yang berarti.“Koreksi data bisa saja terjadi meskipun di era komputerisasi, maka itu perlu sinkronisasi data . Saya kira lancar-lancar saja pelayanan Jamsostek dan belum ada masalah sejak saya ikut Tahun 1996,” ungkap Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Desa di wilayah itu. “Sampai juga ke telinga saya, ada yang mengeluarkan sinyalemen dipersulit. Saya kira itu hanyalah oknum, buktinya saya lancar selama mengurus Jamsostek di sini,” tutup Amran.Kepala Cabang Jamsostek Tanjung Morawa Krista Nurhayati Siagian mengatakan, pada Tahun 2012 lalu, terdapat 2.131 orang yang mengambil dana JHT dari PTPN II dengan jumlah Klaim sebesar Rp11,403 miliar. Untuk kasus kematian, terdapat 45 kasus dengan jumlah klaim yang dibayarkan sebesar Rp540 juta. Dikatakan Krista Siagian, sepanjang persyaratan administrasi dipenuhi, tidak ada masalah untuk mengurus klaim jaminan, sebab pihaknya juga selalu menjaga mutu pelayanan yang sudah mendapat sertifikasi ISO.Menurut dia, pada Tahun 2014 Jamsostek akan berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, seluruh karyawan sedang bekerja keras melakukan terobosan dan perbaikan pelayanan dan operasional.“Menuju BPJS berkelas dunia, kita terus memperbaiki agar korporat dapat terpercaya, bersahabat, dan unggul dalam operasional dan pelayanan,” tandas Krista. (BS-021)