Medan, (beritasumut.com) – Karena musim panas dan kemarau, biang keringat yang menimpa pada anak-anak meningkat sebesar 25 persen. Hal itu dikatakan, dokter spesialis kulit di RSUD dr Pirngadi Medan dr Irwan Fahri Rangkuti SpKK, Jumat (29/03/2013).
Dia menyarankan, akibat udara panas membuat banyak keringat maka badan anak-anak harus sering ganti pakaian dan tubuh sering dibersihkan. "Harus sering mengelap badan anak terutama di daerah lipatan, serta di bagian sela paha dan ketiak. Kalau tidak, akan menimbulkan jamur yang dapat menyebabkan biang keringat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Irwan, dalam jangka watu lama, kulit yang sering terkena sinar matahari bisa menyebabkan kangker kulit. ”Sinar Matahari langsung itu bisa merubah sel menjadi ganas, selain itu kulit juga bisa cepat mengering karena dehidrasi dan berakibat pada penuaan dini,” katanya.
Bapak dua anak ini berharap masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting. Jika memang harus keluar rumah, maka usahakan menggunakan pelindung seperti payung, topi dan jaket bagi pengendara sepeda motor, sehingga sinar matahari tidak langsung terpapar oleh kulit.
“Hal yang terpenting, juga banyak minum air mineral dan buah-buahan yang mengandung banyak air, khusus untuk balita, kalau bisa menggunakan bahan kain yang tipis, jadi tidak terasa panas di tubuh,” beber Irwan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Telandan mengatakan, biasanya biang keringat itu dialami anak-anak, namun itu hanya menjadi penyakit penyerta saja.
“Penyakit utamanya biasanya, demam, flu, batuk dan sakit kepala,” ungkapnya. (BS-024)