Guru MAN 1 Medan Balsem Mata Murid

Redaksi - Selasa, 26 Maret 2013 22:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_Kemenag.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google

Medan, (beritasumut.com) – Seorang guru tega memberi balsem ke mata tiga orang muridnya yang dituduh curang dalam ujian. Akibatnya, seorang pelajar putri sampai semaput dan terpaksa dibawa ke klinik sekolah. 

Kasus ini terjadi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan, Jalan Willem Iskandar, Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/03/2013) siang. Bermula ketika dilaksanakannya ujian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bagi siswa kelas 10.

Asmara Effendi merupakan guru pelajaran dan juga pengawas dalam ujian ini. Nah, saat memantau para siswanya, pak guru ini menduga tiga siswanya curang, mencontek hasil ujian kawannya. 

Mungkin marah dengan tindakan ini, pak guru langsung memberikan balsem ke mata muridnya. Yakni pelajar putri Fitra Fadillah, serta dua pelajar putra Ahmad Taufik dan Irsan Maulana. 

Akibatnya ketiganya kelilipan. Namun Fitra kondisinya cukup mengkhawatirkan. Fitra sempat tidak bisa melihat sehingga harus dibawa ke klinik kesehatan sekolah.

Kepada wartawan, Fitra menyatakan dia tidak mencontek saat ujian itu. Dia sebenarnya tengah menengok jendela.

"Saya sedang menengok jendela, tapi saya dituduh nyontek. Padahal saya tidak mencontek," kata Fitra yang masih terbaring di klinik sekolah.

Pak Guru Asmara menghilang setelah kejadian ini. Para guru yang lain sepakat mengaku tidak mengetahui keberadaannya. Sementara Kepala MAN 1 Medan Burhanuddin Harahap menyatakan akan mengambil tindakan atas kejadian ini.

"Saya baru selesai rapat ini. Saya belum ketemu gurunya, nanti akan kita ambil tindakan," kata Harahap sembari menyatakan kemungkinan tindakan itu berupa penonaktifan sementara Asmara mengajar di kelas. (BS-002)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Anak MAN 1 Medan Tewas Ditabrak Kereta Api

Peristiwa

Jelang UN, Menag Doa Bersama Siswa MAN 1 Medan

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Lantik Dokter Remaja dan Siswa Pencinta Alam