Areal 922 PTPN II Kebun Limau Mungkur Kembali Memanas

Redaksi - Selasa, 26 Maret 2013 22:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_Koptan Juma Meriah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Mberngap Ginting

STM Hilir, (beritasumut.com) – Ratusan orang anggota Kelompok Tani Juma Meriah gabungan warga Limau Mungkur, Tungkusan dan Batuktak, kembali berjaga-jaga di Areal 922 Blok Bakron eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Kebun Limau Mungkur, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (26/03/2013).

Pasalnya, Senin (25/03/2013) malam sekira pukul 22.30WIB, sekelompok pria bersenjata kelewang, panah beracun dan tombak datang ke areal yang diduduki masyarakat dan mencabuti tanaman singkong (ubi kayu) hingga rata dengan tanah. Akibat kejadian itu masyarakat diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah, kata Ketua Kelompok Tani Juma Meriah Agus Pranoto di lokasi, Selasa (26/03/2013).

Agus didampingi ibu-ibu menjelaskan, mereka menduduki lahan eks HGU PTPN II Kebun Limau Mungkur bukan bertindak sebagai penggarap namun untuk menjaga aset yang pekaranya dalam penyelesaian. Hal itu mengacu kepada surat kesepakatan yang ditandatangani Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution pada 27 Februari 2013 lalu.

Yang membuat mereka heran dan tak habis pikir, lahan yang dikuasai mereka telah mendapat persetujuan dari pihak perkebunan. Lalu mengapa pria bersenjata kelewang, panah beracun dan tombak itu selalu datang menakut-nakuti petani, tanya R Br Tarigan diamini Ndobah Barus, Tani sembiring dan Bukit Sembiring.

Masih kata ibu-ibu, kalaulah para pria bersenjata kelewang itu memiliki hati nurani, tidak mungkin mereka tega mencabuti tanaman ubi itu yang masih berusia 2 bulan karena untuk menanam tanaman itu masyarakat sangat susah mengerjakannya.

Kejadian ini sudah dilaporka Kelompok Tani Juma Meriah ke Polsek Talun Kenas guna mengusut siapa pelaku dan dalang di balik peristiwa ini. Masyarakat juga berharap hamba hukum dapat mengamankan pria yang datang ke areal dengan menenteng kelewang sehingga para petani di areal terkadang lari terbirit-birit, tutur R Br Tarigan.

Kapolsek Talun Kenas AKP Amir Sinaga SH ketika dikonfirmasi mengaku telah menerima keluhan Kelompok Tani Juma Meriah. Pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. (BS-028)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Berebut Lahan Garapan Eks PTPN II, Kelompok Tani Sei Bingai Memanas

Peristiwa

Demi Lahan Kembali dari Mafia, PTPN II Dukung Rancangan Perda RTRW

Peristiwa

Polres Deli Serdang Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Karyawan PTPN III

Peristiwa

4 Orang Dibantai di Lahan Eks HGU PTPN II Binjai

Peristiwa

PTPN III Pastikan Kebutuhan Listrik KEK Sei Mangkei Terpenuhi Akhir Maret

Peristiwa

Pelepasan 5.873 Ha Lahan PTPN II, PT SDK Dapat 200 Ha