Kuil Tidak Boleh Menjadi Menara Gading

Redaksi - Jumat, 22 Maret 2013 20:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_Eldin Resmikan Kuil.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi meresmikan penggunaan Shri Maha Shiva Shakti Kuil sekaligus ritual Maha Kumbaha Bisegam atau pensucian kuil di Jalan Cinta Karya, Gang Langgar, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (22/03/2013). Peresmian kuil juga dihadiri Pandita Swami Kailani Shiva Shri dari Malaysia Mr DR Nageswara Natha Siwa Charia, Wakil Ketua FKUB Kota Medan Ir Sutopo, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Hariram MM, Tokoh Hindu, tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya.

Wakil Walikota dalam sambutannya mengatakan, kuil merupakan salah satu yang paling esensial dalam ajaran agama Hindu. Kuil merupakan tempat suci bagi umat Hindu untuk melakukan pemujaan, memanjatkan doa dan diyakini sebagai institusi pertama yang menjadi titik tolak penyebaran ilmu dan pengetahuan agama Hindu serta membawa kekhususan yang asasi.

Namun ada kalanya kita melihat kuil seperti bangunan kososng yang kurang dinamikanya. Mungkin salah satu penyebab sepinya kuil adalah karena belum berfungsi optimal sebagai pusat komunitas masyarakat sekitar khususnya umat Hindu. Kuil hanya dianggap sebagai tempat untuk menunaikan ritual. Untuk itu diharapkan Kuil Shri MaHA Shiva Shakti ini dapat lebih difungsikan nantinya sebagai pusat komunitas untuk warga Hindu Kota Medan, serta menjadi sarana pemberdayaan umat guna berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota.

Menurutnya, Kota Medan adalah kota multikultural. Oleh karena itu kehidupan bergama menjadi bagian yang sangat penting dalam kemajuan pembangunan kota, sebab dimensi keagamaan berperan penting untuk menciptakan toleransi dan harmonisasi sosial. Kita bukan hanya membutuhkan tempat ibadah/kuil yang bagus dan besar, akan tetapi kita juga perlu fungsi-fungsi tempat ibadah yang lebih luas. Kuil tidak boleh hanya menjadi menara gading sebab masih banyak umat Hindu membutuhkan bimbingan, ajaran, kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap kebresamaan kita hari ini akan lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama pemeluk agama, serta lebih meningkatkan lagi rasa saling menghormati satu dan yang lainnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menggagas penyelenggaraan ini,” ujar Eldin.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia Kota Medan Hariram MM mengatakan, kuil ini dibangun sejak 2001. Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, Tahun 2013 kuil ini diresmikan. Diakui kepedulian Pemerintah Kota Medan terhadap kerukunan umat beraga cukup tinggi.

“Pihak pantia telah melakukan persiapan yang matang dalam acara peresmian kuil ini, dan untuk melakukan pensucian kuil ini kami mendatangkan sejumlah pandita dari Malaysia dan di dalam kuil ini terdapat sejumlah arca dewa,” ujar Hariram. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Parsadaan Marga Rambe Upah-upah Walikota dan Wakil Walikota Medan

Peristiwa

200 Karateka Siap Bertarung Perebutkan Piala Dzulmi Eldin

Peristiwa

Pengurus BNKP: Eldin Sosok Pemimpin Teruji

Peristiwa

Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution Nomor 1, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma Nomor 2

Peristiwa

Rahasia Membangun Medan Ada di Tangan Eldin

Peristiwa

Nasdem Usung Eldin-Ahyar di Pilkada Medan