Panyabungan, (beritasumut.com) – Sungai Rantopuran, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kembali meluap. Akibatnya sebanyak enam desa di Kecamatan Panyabungan terendam banjir. Sebanyak dua rumah hanyut tanpa sisa, puluhan rumah warga rusak parah dan ratusan rumah masih terendam banjir setinggi 2 meter, Kamis (14/02/2013) malam pukul 20.30 WIB. Banjir tersebut tidak sempat mengakibatkan korban jiwa.“Enam desa yang tekena banji bandang tersebut di sepanjang pinggiran DAS Rantopuran yakni Desa Sopo Batu, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Julu, Saba Jambu, Manyabar, Pagaran Tonga dan Gunung Manaon. Banjir kali ini merupakan banjir terbesar dibanding tahun sebelumnya,” sebut Ali Parmonangan Nasution warga Gunung Tua, Jumat (15/02/2013).Dikatakan Ali, ribuan warga enam desa masih trauma akibat banjir tahun lalu. Sehingga saat debit Sungai Rantopuran mulai menunjukkan peningkatan pada sore hari, spontan terdengar imbauan dari setiap masjid melalui pengeras suara agar warga mengungsi. Selain imbauan mengungsi, kumandang azan juga terdengar.“Setahun belum waktu yang lama bagi warga atas kejadian banjir yang mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah di enam desa tersebut dan saat ini terjadi kembali hal yang sama dan kejadian kali ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Musibah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa ini merupakan sebuah peringatan yang berulang bagi warga untuk instropeksi diri terkait apa yang salah pada diri manusia sehingga alam pun mulai marah,” sebutnya.Suara jeritan dan tangisan warga pada saat melarikan diri dari rumah masing-masing adalah suatu kejadian kiamat kecil. Tidak semua orang bisa menyelamatkan uang, perhiasan dan surat berharga dari rumahnya karena trauma yang berlebihan terjadi dari banjir di tahun sebelumnya.“Sampai saat ini ratusan bahkan ribuan warga masih berada di pengungisan baik itu di musholla dan rumah keluarga yang dekat dengan lokasi banjir. Hal ini meruapakan sebuah duka yang sangat mendalam bagi warga karena dilanda banjir setiap tahunnya yang mengakibatkan perekonomian warga secara drastis terhenti bahkan sejumlah usaha pertanian dan peternakan ikut dilanda banjir,” katanya.Camat Panyabungan Abdul Hafis menuturkan, pihaknya masih melakukan pendataan rumah warga yang terkena banjir baik itu yang hanyut, rusak parah serta yang terendam. Luas areal pertanian dan lokasi peternakan dan perikanan yang terkena banjir juga sedang dilakukan pendataan dan sampai saat ini belum bisa dilaporkan secara resmi berapa total kerugian.“Kepada pemerintah kabupaten sudah kita laporkan kejadian ini secara lisan demi untuk menurunkan bantuan serta untuk melakukan tanggap darurat, karena kita tidak mau ada warga kita yang kelaparan dan kesakitan karena tidak bisa mendapatkan bahan pangan,” sebutnya.Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Madina Dr Tengku Fadly di lokasi kejadian menuturkan, pihaknya sudah membuat posko di sejumlah desa yang terkena banjir demi untuk memberikan pertolongan perobatan bagi warga yang sakit akibat dari banjir bandang ini secara gratis.“Petugas medis sudah kita standbaykan di lapangan demi untuk mengantispasi penurunan kondisi kesehatan warga serta antisipasi kemungkinan penyakit yang menyerang warga seperti flu dan demam,” sebutnya. (BS-026)