Irigasi Jebol, Ratusan Hektar Sawah di Biru-biru Terancam Gagal Panen

Redaksi - Kamis, 14 Februari 2013 14:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022013/beritasumut_Irigasi Jebol.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Mberngap Ginting
Biru-Biru, (beritasumut.com) – Akibat irigasi jebol, ratusan hektar areal persawahaan yang dijadikan kolam ikan dan sudah ditanami padi di Dusun Kampung Tengah, Desa Biru-biru, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengalami kekeringan dan para petani terancam gagal panen.Jebolnya tanggul yang terjadi sepekan lalu pada lima titik mengakibatkan air irigasi menjadi kering, sehingga tidak dapat difungsikan untuk mengairi areal persawahan. "Sudah seminggu tanggul irigasi ini jebol. Kerusakan paling parah terdapat lima titik. Masing-masing titik yang jebol rata-rata sepanjang tiga meter. Akibatnya saluran irigasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya," kata Pak Tarigan (50) salah satu pemilik kolam ikan di lokasi, Rabu (13/02/2013).Menurut dia, jebolnya tanggul irigasi itu merupakan kejadian yang berulang-ulang akibat dampak dari penambangan Galian C di bagian hulu. Anehnya, sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat mengenai seringnya tanggul jebol.Mereka juga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan terhadap sejumlah penambangan Galian C tersebut. Tetapi sampai saat ini, Galian C ilegal tetap beroprasi. Akibatnya areal tanaman padi yang sudah ditanami terancam gagal panen. “Demikian juga dengan ikan mas milik kami. Kami terpaksa menjualnya walau belum masa panen tiba karena takut semua ikan akan mati,” imbuhnya."Sejatinya, Pemkab Deli Serdang menutup seluruh lokasi penambangan liar tersebut. Sehingga tidak ada tudingan miring di tengsh masyarakat, dimana Pemkab Deli Serdang mengabaikan  kesejateraan petan. Jangan karena terima segepok uang, kebutuhan masyarakat jadi terabaikan," katanya.Menyikapi hal itu Camat Biru-biru Drs Antonius Pangaribuan ketika dikonfirmasi mengatakan sudah mengerahkan warga untuk bergotong-royong. "Kita sudah kerahkan masyarakat untuk bergotong royong untuk memperbaiki tanggul. Namun bila tidak memungkinkan, kita akan turunkan alat berat untuk memperbaiki irigasi tersebut," ujarnya. (BS-028)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ribuan Hektar Sawah di Madina Terancam Gagal Panen

Peristiwa

KUPT Dikpora Biru-biru Dituding Cederai Konsep Cerdas Bupati Deli Serdang

Peristiwa

Jalan Biru-biru-Bandar Baru Rawan Longsor

Peristiwa

Bendungan Lau Simeme Biru-biru Rampung 2016

Peristiwa

Aktivitas Galian C Ilegal Kembali Marak di Biru-biru

Peristiwa

Pria Asal Halmahera Dihajar Warga Biru-biru