Panyabungan, (beritasumut.com) – Sarmin Harahap SE terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Mandailing Natal Periode 2013-2016.Terpilihnya wartawan Harian Waspada ini lewat Konferensi I Pemekaran PWI Perwakilan Kabupaten Madina dan Kabupaten Padang Lawas Utara di Aula Garuda Plaza Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/01/2013) kemarin.Demikian disampaikan Ketua Panitia Pemkeran PWI Perwakilan Madina Munir Lubis di Hotel Rindang, Panyabungan, Madina, Selasa (22/01/2013). Dijelaskan, PWI Perwakilan Madina merupakan hasil pemekaran dari PWI Perwakilan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang telah digaungkan sejak 3 tahun yang lalu, dan baru tahun ini terwujud.“Karena itu kita ucapkan banyak terima kasih kepada PWI Cabang Sumatera Utara, dan juga kepada PWI Perwakilan Tabagsel, yang telah ikut bekerja keras mensukseskan acara hingga PWI Perwakilan Madina akhirnya terbentuk,” ucap Munir Lubis didamping Sekretaris Panitia Edy Djunaedy Nasution.Sementara ketua terpilih, Sarmin Harahap mengatakan, akan berupaya semaksimal mungkin bekerja, berkarya, dan berbuat yang terbaik untuk mengembangkan organisasi PWI di Madina dengan kata kunci sama-sama kerja, dan kerja sama-sama.Dengan pengertian, kekompakan dan saling menjaga solidaritas merupakan modal utama untuk memajukan organisasi PWI, sehingga benar-benar menjadi wadah perhimpunan bagi kawan seprofesi, dan mitra profesional bagi elemen pemerintah dan juga pihak swasta.“Itulah komitmen yang harus kita bangun dalam diri kita sebagai anggota PWI demi dan untuk sukses PWI di Madina ke depan. Hal ini tentunya tidaklah semudah membalik telapak tangan, karena banyak tugas dan pengabdian kita baik terhadap organisasi dan juga terhadap masyarakat, yang semua itu membutuhkan kerja keras dan sabar yang ikhlas,” ucap Sarmin.Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada PWI Cabang Sumut dan PWI Perwakilan Tabgsel. Ia tetap berharap dukungan dan perhatian dalam mengibarkan bendera PWI di Madina. Walaupun secara administrasi telah berpisah, namun ruh dari pada PWI tetap satu. (BS-026)