Mengupas Sisi Menarik Dunia Jurnalistik, Seni Menulis, dan Industri Kreatif di Un-Class Session

Redaksi - Jumat, 21 November 2025 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/uploads/images/2025/11/_6406_Mengupas-Sisi-Menarik-Dunia-Jurnalistik--Seni-Menulis--dan-Industri-Kreatif-di-Un-Class-Session.png): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

beritasumut.com- Generasi Campus Roadshow 2025 semakin seru dan sarat inspirasi dengan hadirnya sesi "Un-Class Session" yang menjadi ruang belajar untuk mendorong interaksi, eksplorasi, serta berbagi gagasan. Un-Class Session menghadirkan tiga kelas tematik yang dipandu langsung oleh para ikon di Auditorium USU Medan, Rabu (19/11/2025).

Najwa Shihab mengajak peserta memahami peran jurnalisme yang berdampak melalui tema Critical Journalism for a Meaningful Impact. Nicholas Saputra mengupas tentang bagaimana kreativitas dapat membuka peluang baru dalam berkarya lewat kelas dengan tema The Creative Lens. Sementara itu, Raditya Dika mengisi kelas bertema Write from the Worry, Make It Worth It, yang mengulas tentang bagaimana keresahan bisa menjadi sumber inspirasi dalam menulis.

Najwa Shihab menuturkan banyak adik-adik perempuan yang masih ragu mengambil langkah pertama karena tingkat percaya dirinya sering kali lebih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal, keraguan itu sering datang dari kebiasaan menghakimi diri sendiri.

"Di tengah semua itu, support system jadi memegang peranan besar. Sehingga, penting banget untuk kita saling menguatkan satu sama lain agar berani mencoba dan menjalankan passion," terangnya.

Sementara itu, Nicholas Saputra menguraikan bahwa rasa lelah dan kehilangan semangat merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Momen-momen itulah yang membuat seseorang dapat belajar mengenali batas diri, hingga menemukan kembali motivasi, dan bangkit dengan energi yang lebih besar.

"Setiap karya lahir dari keseimbangan antara apresiasi dan kritik. Namun, sering kali orang-orang terdekat justru menjadi pihak yang paling kritis karena mereka takut kehilangan kita. Di awal karier saya di dunia film, saya membuktikan bahwa tetap mungkin untuk berprestasi sekaligus mengikuti panggilan hati. Mengambil langkah menuju passion kita adalah bentuk keberanian yang nyata," katanya.

Sedangkan, Raditya Dika menambahkan setiap orang sering terhambat oleh rasa takut akan risiko, bahkan sebelum benar-benar mencoba. Padahal ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada rasa takut itu sendiri yaitu penyesalan. "Menjadikan ketakutan sebagai energi untuk bergerak adalah bagian untuk mendorong kita terus maju mengejar passion kita," tambahnya.

Melalui Un-Class Session, para peserta memperoleh wawasan baru dan belajar langsung dari pengalaman ketiga sosok inspiratif. Mereka juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan Najwa Shihab, Nicholas Saputra, dan Raditya Dika, yang menjadikan sesi ini sebagai ruang interaktif untuk mendorong semangat peserta mewujudkan passion menjadi aksi nyata yang berdampak.


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Ribuan Mahasiswa Antusias Ikut Eksplorasi Passion di Generasi Campus Roadshow Medan

Pendidikan

Indosat Gelar Kompetisi dan Festival Film Pendek SOS 2023, Kolaborasi Kampanye Anti Hate Speech