Siswa SMKN Depok Demo di Sekolah Usai Terancam Gagal Ikut SNBP

Herman - Jumat, 07 Februari 2025 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022025/_1776_Siswa-SMKN-Depok-Demo-di-Sekolah-Usai-Terancam-Gagal-Ikut-SNBP.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beitasumut.com/ist

beritasumut.com - Sebuah video memperlihatkan aksi demo para siswa SMKN di Depok viral di sosial media. Aksi itu dilakukan karena mereka terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Tingkat Berprestasi (SNBP).Dari video yang beredar di sosial media, para siswa terlihat berkumpul di tengah lapangan. Tampak ada guru yang berusaha menjelaskan kepada mereka. Di tengah guyuran hujan, para siswa bersorak sembari membawa spanduk bertulisan 'Perjuangkan SNBP'Kepala Sekolah SMK N 1 Depok, Lusi Triana, membenarkan adanya aksi demonstrasi dari para siswa. Dia mengatakan hal tersebut bermula dari siswa yang memenuhi syarat untuk melakukan tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi tidak bisa masuk ke dalam seleksi tersebut."Jadi sebetulnya ini bermula dari SNMPTN. Jadi kami memang untuk anak-anak yang eligible, untuk anak-anak yang eligible (memenuhi syarat) ternyata mereka tidak bisa masuk ke dalam seleksi tersebut," kata Lusi kepada wartawan, Jumat (7/2/2025).Lusi menjelaskan hal itu dipicu keterlambatan operator sekolah dalam memasukkan data siswa ke sistem. Dia enggan menjelaskan lebih rinci terkait permasalahan yang dialami pihak sekolah."Langsung ke kendalanya aja ya. Jadi kendalanya itu karena keterlambatan sih sebetulnya. Jadi operator kami terlambat dalam memasukkan data ke sistem tersebut. Kurang lebih seperti itu. Kalau untuk teknisnya (kendalanya) sih, nanti bisa disampaikan oleh yang bersangkutan," jelasnya.Menurut Lusi, kesalahan itu sudah dijelaskan kepada wali murid. Dia juga meminta maaf adanya keterlambatan input data siswa."Yang jelas dari sekolah pun sudah menjelaskan kepada wali murid dan meminta maaf atas keterlambatan tersebut," ucapnya.[br] Dia menjelaskan ada 137 siswa yang terdampak akibat keterlambatan input data. Pihak sekolah memberi solusi untuk terus mengupayakan proses siswa masuk SNMPTN bisa berlanjut."137 siswa (terdampak). (Solusi) Yang pertama kami tetap mengupayakan agar proses siswa untuk masuk ke SNMPTN itu bisa berlanjut. Dan kami juga tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan kami juga sudah mendapatkan beberapa jawaban," tuturnya."Tetapi pada prinsipnya sampai saat ini kami masih melihat beberapa kemungkinan untuk siswa-siswi kita bisa masuk ke dalam SNMPTN tersebut," tambahnya.(dtc)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait