Magister Sains Berkelanjutan Universitas Pertamina Menjawab Tantangan ESG

- Selasa, 24 Desember 2024 14:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122024/_771_Magister-Sains-Berkelanjutan-Universitas-Pertamina-Menjawab-Tantangan-ESG.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Ilustrasi praktik laboratorium Sains Keberlanjutan.

beritasumut.com - Laporan PwC (2023) mencatat bahwa 88% perusahaan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, telah meningkatkan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), naik 77% dari tahun sebelumnya. Meski krusial, faktanya banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam implementasi ESG.

Survei Mandiri Institut (2022) menunjukkan bahwa 60% perusahaan kesulitan menetapkan kriteria dan indikator ESG. Sementara 59% perusahaan menghadapi kekurangan SDM ahli yang memahami konsep ini.

Sebagai institusi pendidikan yang tumbuh di tengah dinamika industri, Universitas Pertamina (UPER) berkomitmen untuk mengakomodir pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kapabilitas di bidang ESG. Dengan menghadirkan program pendidikan Pascasarjana (S2) Sains Keberlanjutan, yang berfokus pada Sustainability and Energy.

“Mahasiswa akan diasah untuk mengembangkan green skills yang mencakup pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam System Thinking for Sustainability, Environmental Evaluation, Green Chemistry, Carbon Market, serta Technology in New and Renewable Energy. Dengan keahlian ini, mereka dapat mendukung perusahaan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional bisnis, mengelola risiko lingkungan, serta memanfaatkan peluang investasi hijau. Sehingga mendukung tercapainya standar ESG dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global,” ujar Prof Dr Ir Wawan Gunawan A Kadir, MS, IPU, Rektor Universitas Pertamina.

Turut bekerja sama dengan Bergen University (Norway), Kyushu University dan Tokyo University (Japan), Yale University dan University of Illinois (USA), Newcastle University (UK), Dong Hwa University (Taiwan), serta Tongji University (China), UPER memperluas jaringan akademik internasional untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pendidikan yang relevan dengan standar global dan kebutuhan industri. Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi di bidang akademik dan riset, khususnya dalam dua peminatan yang ditawarkan UPER, yaitu Green Technology dan Nature-Based Solutions.

“Peminatan Green Technology berfokus pada pengembangan solusi berbasis teknologi dalam pengelolaan sumber daya kebumian, energi terbarukan, serta industri pengolahan dan manufaktur. Sementara itu, peminatan Nature-Based Solutions menitikberatkan pada penciptaan solusi untuk permasalahan lingkungan, seperti pengelolaan limbah industri, pemanfaatan dan konservasi sumber daya hutan, air, dan lahan, serta perencanaan infrastruktur yang berkelanjutan dalam aktivitas industri,” jelas Prof Wawan.

Dengan memiliki kemampuan di bidang Green Technology dan Nature-Based Solutions, lulusan diharapkan memiliki keterampilan dalam mengembangkan inovasi teknologi ramah lingkungan. Program S2 ini juga turut dirancang bagi praktisi untuk meningkatkan keterampilan guna memenuhi tuntutan industri.

Dengan skema pembelajaran hybrid, serta pembelajaran juga di pandu oleh dosen ahli di bidang keberlanjutan dan praktisi industri, program ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan relevan.

“Saat ini, Universitas Pertamina (UPER) membuka pendaftaran untuk program S2 Sains Keberlanjutan, yang merupakan program magister multidisiplin. Dalam program ini, mahasiswa juga mendapatkan bimbingan melalui tugas terstruktur dan pengalaman praktik di laboratorium industri. Menariknya, di akhir studi, mahasiswa dapat memilih antara tugas akhir atau proyek yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, hasil studi mereka tidak hanya teoritis, namun aplikatif,” tambah Prof Wawan. (BS05/rel)

Editor
:

Berita Terkait

Pendidikan

Sidang Perdana Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri Digelar, Tergugat Tak Hadir di PN Medan

Pendidikan

CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore

Pendidikan

SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III

Pendidikan

AI Bisa Membuat Gambar, Namun Hanya Manusia yang Bisa Menciptakan Makna

Pendidikan

Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana

Pendidikan

Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Hadir di Medan, Andalkan Pilihan SUV Elektrifikasi