Beritasumut.com - Era pendidikan saat ini berfokus kepada proses pembelajaran yang atraktif dan menyenangkan bagi siswa. Berbagai upaya pun dilakukan demi meningkatkan kemampuan olah pikir (kognitif) peserta didik. Salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran yang menarik, terutama untuk siswa yang belajar di kelas bahasa Inggris. Demikian ungkap Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, Alfitriana Purba M.Pd., kepada wartawan, Sabtu (06/01/2024).
Alfitriana mengatakan, model pembelajaran atraktif dibutuhkan untuk menarik minat dan rasa ingin tahu siswa saat belajar bahasa. "Pada kegiatan ini, kita melatih para guru, Tutor Bahasa di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) SAS English Laboratory Medan. Dengan pembelajaran yang berfokus pada Model Konstruktivisme berkolaborasi Diagram Vee, diharapkan menjadi solusi untuk menciptakan proses belajar Bahasa Inggris yang atraktif dan menyenangkan," ungkapnya.
Selaku Ketua Tim Dosen yang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Alfitriana Purba didampingi rekannya Fita Fitria dan Alkautsar Saragih. Dia menambahkan, SAS English Laboratory sebagai lembaga belajar bahasa yang menerapkan sistem 1 Guru untuk 1 Murid, dituntut mampu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswanya. "Karenanya, model pembelajaran ini dapat membantu membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan meningkatkan hasil belajarnya," jelasnya.
Senada itu, Fita Fitria dan Alkautsar Saragih menambahkan, pendampingan Model Pembelajaran Konstruktivisme dengan Kolaborasi Diagram Vee ini menjadi solusi tentang bagaimana memproses setiap Langkah pembelajaran menarik, sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar. "Lembaga Non-formal khususnya di bidang belajar bahasa Inggris, sangat membutuhkan pola kerja proses pembelajaran yang menarik. Hal ini untuk meningkatkan kompetensi siswa yang siap bersaing di masa depan," lanjutnya.
Kegiatan yang merupakan hilirisasi hasil penelitian yang juga dilansir dalam Umnaw.ac.id dan dilaksanakan oleh Tim Dosen Pengabdi dari UMN Al Washliyah ini, disambut baik oleh Direktur LKP SAS English Laboratory, Muhammad Nuhfan Ritonga, BA. Dia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat dilaksanakan. "Dengan adanya PKM untuk para Tutor, LKP SAS akan lebih mencirikan sebagai DUDI yang berada di bidang pendidikan. Ini juga kesempatan bagi para tutor dan tim lainnya mengembangkan proses belajar Bahasa Inggris dan menyiapkan diri untuk akreditasi serta menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Ditegaskan pula oleh Wakil Direktur SAS English Laboratory, Rahmad Juwanda SE. "Kegiatan ini bukan pertama kali, ada banyak manfaat yang kami rasakan dengan adanya pendampingan pembelajaran saat ini. Adanya pendampingan dari UMN Al Washliyah, telah memberikan kontribusi meningkatkan aktivitas belajar dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan," tutupnya. (BS02)