Beritasumut.com - Bahasa Inggris bisa dikatakan sebagai bahasa yang paling banyak digunakan bahkab dianggap sebagai bahasa ibu oleh lebih dari 400 juta orang di dunia. Di era sekarang, informasi berbahasa Inggris jauh lebih luas dibanding hanya menggunakan bahasa Indonesia. Terlebih di bidang ekonomi, adanya keterampilan berbahasa Inggris dapat memperluas target pasar ke skala yang lebih jauh lagi. Hal ini dikatakan Dosen UMN Al Washliyah Medan, Teguh Satria Amin, S.Pd, M.Hum., kepada wartawan, Jumat (29/12/2023).
Teguh menuturkan, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dapat dilakukan dengan banyak cara. Terlebih dengan adanya teknologi yaitu aplikasi Tiktok yang dapat dijadikan sumber bagi masyarakat untuk belajar Bahasa Inggris dengan mudah dan menarik. "Generasi penerus bangsa saat ini mempunyai banyak kesempatan untuk memperbaiki kualitas masing-masing dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok dapat mengemas pembelajaran Bahasa Inggris dengan menarik," ujarnya.
Selaku Ketua Tim Dosen yang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Teguh didampingi anggotanya, Yulia Sari Harahap, S.Pd., M.Hum dan Hizmi Wardani, S,Pd., M.Pd. Tim Dosen UMN menggelar "Sosialisasi Pemanfaatan Media Aplikasi Tiktok dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris kepada Kelompok Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045". Bertempat di Kantor Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, kegiatan ini telah dilaksanakan pada Senin (18/12/2023).
Dijelaskan Yulia Sari Harahap, ditemukan ada 4 jenis subjek dari aplikasi TikTok yang sering dibuat, yaituVocabulary, Grammar, Pronunciation, danCommon Mistake. "Setelah diteliti, kami simpulkan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai video Kategori Grammar. Beberapa faktor TikTok memiliki daya tarik sebagai media pembelajaran bahasa Inggris yaitu video yang singkat, penyampaian materi yang jelas dan tidak monoton, ditambah dengan fitur efek tulisan dan emoji yang menarik dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar penggunanya. Demikian diungkap juga oleh Bahri A., Damayanti C.M., Helena Sirait Y, Alfarisy F, tahun 2022," jelasnya.
Senada itu, Hizmi Wardani mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat memanfaatkan teknologi ke arah yang lebih baik. "Penggunaan aplikasi TikTok dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang khususnya remaja. Sebab pengguna TikTok lebih banyak menggunakan Bahasa Inggris dalam penyampaian kontennya. Secara tidak langsung memberikan dampak terhadap pengguna aplikasi ini. Mulai dari cara berbicara, merangkai kalimat, belajar kata gaul baru, dan memahami isi konten berbahasa Inggris dalam video," katanya.
Lurah Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Muhammad Arbi Utama,S.STP mengaku kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini sangatlah dibutuhkan masyarakat. "Saya sangat berterima kasih dan bangga kepada Kampus UMN Al Washliyah yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Apalagi juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Kami dari pihak kelurahan sangat medukung kegiatan PKM yang juga dilansir di Umnaw.ac.id ini. Tampak dari antusiasme para peserta dari kelompok masyarakat yang hadir. Tak hanya kepada Tim Dosen, kami juga berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa Program Studi Akuntansi UMN Al Washliyah," tutupnya. (BS02)