Beritasumut.com - Kekurangan tenaga pendidik merupakan problem yang kerap terjadi di sekolah. Salah satu alternatif yang menjadi solusi permasalahan adalah pembelajaran dengan metode kelas rangkap. Metode ini dapat membantu ketika sekolah tidak dapat memenuhi jumlah guru maupun jumlah siswa di kelas, sesuai dengan yang dibutuhkan.
"Metode Kelas Rangkap ini bertujuan agar guru tetap bisa menjalankan pembelajaran dengan maksimal, walaupun mempuyai keterbatasan," ungkap Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan, Nurmairina. SPd.I., MPd, didampingi anggotanya Hasanah, S.Pd., M.Pd, Khairina Ulfa Syaimi, S.Pd.I, M.Pd dan Dr. Gemala Widiyarti, M.Pd, kepada wartawan, Jumat (29/12/2023).
Nurmairina mengatakan, pemahaman mengenai metode pembelajaran Kelas Rangkap sangat diperlukan untuk setiap guru di berbagai tempat, tidak hanya di desa atau kota. "Karena Pembelajaran Kelas Rangkap ini ternyata sangat sering terjadi di sekolah, khususnya di jenjang pendidikan TK dan SD," sambungnya. Dia menjelaskan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan kepada guru-guru di Yayasan Perguruan Darussalam Ardagusema, Kecamatan Deli Tua, ini telah dilaksanakan pada Kamis (09/11/2023).
Senada itu, dari pihak Yayasan Perguruan Darussalam Ardagusema, Ari Wiguna, M.Pd., menyatakan bahwa Model Pembelajaran Kelas Rangkap sangat berguna untuk menyiasati masalah kekurangan guru di sekolahnya. Karena melalui model atau bentuk pembelajaran yang juga dirangkum dalam Umnaw.ac.id ini, seorang guru dapat mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih, dalam saat yang sama. Serta bisa menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda. Para guru sangat antusias mengikuti pelatihan dan pendampingan ini. Tim Dosen juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Yayasan. (BS02)