Beritasumut.com - Barcode atau yang sering dikenal dengan nama Kode Batang (Barcode) merupakan kumpulan data optik yang dibaca mesin. Kode yang dikenal sebagai (Quick Response) atau disingkat Kode QR ini adalah sistem data unik yang mengidentifikasi garis-garis horizontal serta spasi tertentu. Barcode biasanya dibaca oleh mesin scanner atau kamera, dan digunakan untuk mengidentifikasi suatu objek dengan tepat dan cepat.
Adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan ini, dipimpin oleh Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, Nirmawan S.Pd., M.Pd., bersama anggotanya Teguh Satria Amin, M.Hum dan Ika Sandra Dewi, S.Pd., M.Pd. Selaku dosen UMN Al Washliyah, ketiganya memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan sebagai bukti pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Kode QR atau Barcode Digital dalam pembelajaran membantu guru menyebarkan bahan ajar dan memfasilitasi proses pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Dengan bentuk pendidikan hibrida dan campuran yang perlahan-lahan memasuki sistem pendidikan di seluruh dunia, penting bagi pengajar untuk memiliki akses teknologi yang memungkinkan para guru mempermudah pembelajaran bagi peserta didik," ungkap Ketua Tim Dosen UMN, Nirmawan.
Dia menjelaskan, guru dapat mendistribusikan materi pembelajaran seperti PDF, dokumen word, spreadsheet, slide presentasi, dan file digital lainnya kepada peserta didik dengan kode QR. "Penggunaan barcode digital memungkinkan guru untuk menyematkan berbagai format file ke dalam kode. Dalam pemindaiannya, peserta didik dapat mengunduh materi pembelajaran di ponsel agar mudah diakses dan dibaca," sambungnya.
Senada itu, Teguh Satria Amin menambahkan, penggunaan Kode QR dalam materi menulis karangan deskripsi dengan metode poster coment adalah kombinasi pembelajaran yang menarik untuk dilakukan di dalam kelas. "Kedua hal ini saling mendukung dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Poster comment (mengomentari gambar) adalah pembelajaran dengan tujuan untuk menstimulus dan meningkatkan kreativitas dan mendorong penghayatan peserta didik terhadap suatu permasalahan. Dalam metode ini peserta didik di dorong untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara lisan tentang suatu poster atau gambar," jelasnya.
[br] Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode Poster Comment, lanjutnya, yaitu:
a) Pilihlah sebuah poster atau gambar yang ada kaitannya dengan pokok bahasan yang akan dibahas.
b) Mintalah peserta didik untuk mengamati dan menghayati terlebih dahulu gambar atau poster tersebut.
c) Mintalah peserta didik untuk berdiskusi secara kelompok.
d) Kemudian peserta didik harus memberikan komentar atau pendapatnya tentang gambar tersebut.
e) Mintalah peserta didik untuk memberikan solusi atau rekomendasi berkaitan dengan poster atau gambar tersebut.
Banyaknya manfaat Kode QR berisi Google Formulir, sambung Ika Sandra Dewi, juga membantu guru melakukan kuis online, ujian, survei, dan penilaian kinerja peserta didik dengan mudah. Keunggulan lainnya dari Kode QR terintegrasi Google Formulir adalah sistem yang canggih. Guru juga dapat menggunakan Kode QR berupa link HTML untuk berbagi banyak gambar dengan peserta didik.
"Melalui kode QR video, guru dapat mengunggah video ke pembuat kode QR tepercaya dan dengan mudah mengubahnya menjadi QR. Hanya dengan memindai peserta didik dapat langsung mengakses portal kelas atau sekolah, dan peserta didik dapat melihat nilai. Selain itu Kode QR adalah alat untuk penyebaran informasi, berbagi pengumuman dan memo kelas," papar Ika.
Guru-guru SD Swasta IT Darussalam yang menjadi sasaran penelitian ini terlihat antusias. Pelatihan "Penggunaan Metode Barcode Digital Poster Comment (Mengomentari Gambar) Terhadap Kemampuan Mengajar Menulis Karangan Deskripsi" ini telah dilaksanakan pada Kamis (09/11/2023) lalu. Dengan mengetahui penggunaan metode Barcode Digital untuk mengomentari poster, para guru diharapkan mampu mengajar materi karangan deskripsi kepada siswa SD dengan lebih menarik.
Kepala SD Swasta IT Darussalam, Adhy Wiguna, S.Pd., M.Pd. mengaku senang dengan adanya PKM yang dilakukan karena sangat bermanfaat dan memotivasi para guru untuk lebih kreatif. "Di era digital yang mengintegrasikan teknologi dan pendidikan ini, saya berharap guru-guru kami mampu menggunakan barqode digital yang telah diajarkan agar pembelajaran yang dilakukan lebih menarik. Solusi ini juga mempermudah proses pembelajaran yang dilakukan tanpa harus mencetak dokumen, namun hanya dengan membuka aplikasi yang diinginkan melalui perangkat handphone. Kami selalu terbuka untuk kegiatan pengabdian di sekolah ke depannya," tutupnya. (BS02)