Beritasumut.com - Bagi anak usia dini selain proses pembelajaran yang menjadi poin penting, penilaian juga berperan tidak kalah pentingnya. Penilaian yang dimaksud, bukan digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program, melainkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan bagaimana kemajuan belajar anak. Penilaian dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga kemajuan peserta didik dapat diketahui. Salah satu caranya, pendidik dapat menggunakan penilaian anekdot.
Demikian ungkap Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan, Dinda Yarshal. SPd.I., MPd, didampingi Dina Hidayati Hts, S.Psi.,M.Psi dan Hasanah, S.Pd., M.Pd selaku anggota pelaksana, kepada wartawan, Selasa (28/11/2023). Dinda mengatakan, adanya Catatan Anekdot dapat memberikan gambaran pencapaian kompetensi dasar, melalui catatan pendidik terkait dengan indikator yang muncul dari perilaku anak.
"Kami menyadari urgensi penilaian yang tepat bagi anak usia dini, yakni dengan penilaian catatan anekdot bagi pendidikan anak usia dini. Karenanya, saya bersama Tim Dosen UMN melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM ini bertempat di TK Tabarak yang berlokasi di Jl. Banteng Ujung No.80, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 21 Oktober 2023, lalu," ujar Dinda Yarshal. SPd.I., MPd beserta mahasiswa UMN Aldi dan Rahmaida.
Dinda menuturkan, berdasarkan hasil analisis kebutuhan Sekolah, Tim Pengabdian merumuskan beberapa kendala tersebut meliputi, penilaian yang dilakukan pendidik masih bersifat penskoran, penilaian yang dilakukan belum terlihat sesuai untuk anak usia dini, dan belum terlihat adanya penilaian menggunakan catatan anekdot. "Berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka alternatif solusi yang dapat ditawarkan adalah sebagai berikut : 1) Memberikan pemahamanan materi terkait penilaian catatan anekdot pada pendidik; 2) Memberdayakan pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam memahami hal-hal pokok yang tertuang dalam catatan anekdot; 3) Memberikan pelatihan penilaian catatan anekdot pada pendidik," papar Dinda.
Senada itu Dina Hidayati Hts, S.Psi.,M.Psi mengatakan, melalui catatan anekdot pendidik dapat menyusun model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak dan pendidik dapat memahami pola perilaku pada setiap anak. "Karena catatan anekdot merupakan salah satu instrumen evaluasi yang berisi tentang pencatatan gejala tingkah laku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pada sebuah kegiatan baik yang positif maupun yang negatif. Karena itu sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini, tim memberikan pendampingan dan pelatihan meliputi Pelatihan pembuatan penilaian catatan anekdot bagi pendidik paparnya," sambung Dina.
Hasanah, S.Pd., M.Pd menambahkan, dengan adanya Catatan Anekdot ini juga memudahkan pendidik memberikan penilaian yang sesuai bagi peserta didik. "Pendidik (Guru) dapat menggunakan penilaian yang tepat bagi anak usia dini," harapnya. Para guru terlihat antusias mengikuti pelatihan dan pendampingan ini. Tim juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak sekolah yang dipimpin Kepala TK Tabarak, Willa, S.Sos. (BS02)