Beritasumut.com - Hadirnya Lanskap Linguistik di lingkungan kampus, bertujuan membentuk karakter dan meningkatkan soft skill mahasiswa dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada di dalam kampus maupun di luar kampus. Karenanya, penggunaan lanskap linguistik di area kampus memiliki fungsi yang penting dalam mengatur dan membuat mahasiswa, staf, serta dosen yang berada di kampus untuk dapat patuh dan mengikuti lanskap linguistik tersebut.
Hal ini diungkapkan Dewi Nurmala, S.S.M.Hum, Ketua Tim Dosen Jurusan Sastra Inggris, Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, kepada wartawan, Jumat (27/10/2023). Didampingi anggotanya yang merupakan kolaborasi antar dosen UMN multi disiplin ilmu, serta melibatkan beberapa mahasiswa, Dewi menyebut, pelatihan ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). "Pengabdian ini mengusung tema Penguatan Soft Skill Mahasiswa dalam Meningkatkan Potensi Diri. Pada kegiatan ini kami menyampaikan materi sekaligus pembuatan lanskap linguistik pada lingkungan kampus kepada mahasiswa Universitas Harapan (UnHar) Medan," ungkapnya.
Istilah lanskap linguistik, lanjutnya, ternyata baru dikenal oleh mahasiswa UnHar dan hal ini merupakan pengetahuan baru terhadap tema tersebut. Lanskap linguistik yang dibuat oleh mahasiswa merupakan ide atau saran mahasiswa terhadap pemberitahuan yang harus terdapat di dalam kampus seperti pemberitahuan Jangan Buang Sampah Sembarangan (No Littering) yang menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan baru dimana lanskap linguistik merupakan bahasa pada ruang publik yang berbentuk tanda atau teks yang terdapat pada nama jalan, petunjuk jalan, papan iklan atau tempat umum lainnya.
Penggunaan lanskap linguistik pada daerah kampus, ujar Dewi, juga memiliki fungsi yang penting dalam mengatur dan membuat mahasiswa atau staf serta dosen yang berada di kampus untuk dapat patuh. Seperti lanskap linguistik yang memiliki teks Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun (5S) menginstruksikan kepada setiap orang agar melakukan apa yang telah tertulis pada lanskap linguistik tersebut. "Sehingga disimpukan, lanskap linguistik dapat membentuk karakter dan meningkatkan soft skill seseorang terutama dalam hal ini mahasiswa dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada di dalam kampus maupun di luar kampus," tegasnya.
Pengabdian ini disambut antusias dan semangat oleh mahasiswa UnHar Medan. Hal ini terlihat dari hasil lanskap linguistik yang dibuat oleh mahasiswa menunjukkan keahlian mahasiswa dalam membuat lanskap linguistik di area kampus. Dari pelaksanaan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen UMN Al Washliyah diharapkan memberikan kontribusi pengetahuan kepada mahasiswa di Universitas Harapan Medan. "Kegiatannya sudah dilaksanakan, bertempat di aula Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan pada Sabtu (21/10/2023) lalu. Hadir Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat," tutup Dewi. (BS02)