Walikota Pematang Siantar: Tanamkan Pendidikan Kependudukan Sejak Dini

Herman - Rabu, 27 September 2023 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092023/_735_Walikota-Pematang-Siantar--Tanamkan-Pendidikan-Kependudukan-Sejak-Dini.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS13

beritasumut.com - Pendidikan kependudukan ditanamkan sejak dini di seluruh Indonesia, sehingga siswa memiliki kesadaran terhadap kondisi kependudukan dan memiliki sikap bertanggung jawab kepada bangsa dan negara untuk mengambil langkah-langkah kebijakan kependudukan.Hal ini disampaikan Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam kegiatan Advokasi Sosialisasi dan Fasilitas Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur Formal di Satuan Pendidikan Jenjang SD/ML/MTS Jalur Non Formal dan Informal Penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) se-14 SMPN/Swasta di Ruang Serbaguna Kota Pematang Siantar, Selasa (26/09/2023).Pada kesempatan ini, dr Susanti bercerita mengenai Bonus Demografi. Di mana, Indonesia pada tahun 2045 akan memiliki jumlah usia produktif mulai usia 14 tahun. Sehingga pada tahun 2045, jumlah anak muda akan mencapai lebih dari 50 persen untuk bonus demografi.Untuk itu, kata dr Susanti, pemerintah berkepentingan untuk membawa pemahaman tentang kependudukan. Dengan program siaga kependidikan yang mengintegrasikan kependudukan dan Keluarga Berencana, yang akan dimasukkan dalam mata pelajaran.Penanganan stunting, sebut dr Susanti, bertujuan memiliki anak yang cerdas. Hal ini berkaitan dengan regenerasi, dan harus diberikan pengetahuan dan wawasan tentang kependudukan.“Anak stunting adalah anak yang kekurangan pertumbuhan dalam jangka panjang, sehingga kita perlukan pemberian nutrisi dan gizi yang cukup. Kebutuhan gizi sangat diperlukan oleh anak-anak remaja, dan upaya dari pemerintah termasuk pemberian vitamin dan zat besi kepada remaja untuk melahirkan anak yang sehat dan cerdas,” tutur dr Susanti.Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Pematang Siantar Hasudungan Hutajulu SH, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk penguatan siswa siaga kependudukan bagi pelajar SMP di Kota Pematang Siantar.Hal ini, sambungnya, merupakan program nasional untuk memberikan pengetahuan kepada para pelajar agar memahami konsep siaga kependudukan.“Ini juga sebagai komitmen untuk memberikan penguatan materi pembelajaran dan untuk pembentukan aplikasi yang baik dan berkualitas dalam pencegahan stunting di Kota Pematang Siantar,” tandasnya.[br] Acara ditandai dengan penandatanganan kerjasama serta cenderamata berupa pakaian peserta yang disematkan oleh dr Susanti kepada para pelajar.Hadir dalam acara ini, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Plt Kepala Dinas Pendidikan Rudolf Barmen Manurung MPd, para Kepala SMP, guru, dan pelajar.(BS13)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Walikota Medan Sidak Mal Pelayanan Publik, Baru 5 Menit Pelayanan Online KTP Dibuka, Langsung Habis

Pendidikan

Dinas Dukcapil Kota Gunungsitoli Tetap Melayani Selama Jam Istirahat Siang

Pendidikan

Pemprov Sumut Segera Susun Perda terkait Grand Design Pembangunan Kependudukan

Pendidikan

Banyak Anak Baru Lahir Terkendala NIK, BPJS Imbau Urus Administrasi Kependudukan

Pendidikan

Dekatkan Pelayanan, Disdukcapil Medan Gelar Pelayanan Keliling

Pendidikan

Disdukcapil Medan Buka Layanan Adminduk Setiap Akhir Pekan di Pusat Perbelanjaan