Beritasumut.com - Metode bercerita dalam konteks pembelajaran anak usia dini dapat dikatakan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi kemampuan berbahasa anak. Hal ini diperoleh melalui pendengaran, kemudian menuturkannya kembali yang bertujuan untuk melatih anak bercakap-cakap, menyampaikan idenya secara lisan. Demikian ungkap Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) AlWashliyah Medan, Abdullah Hasibuan, Rabu (15/02/2023).
Abdullah menyebut, kegiatan bercerita memberikan sumbangan besar pada perkembangan anak secara keseluruhan sebagai implikasi dari perkembangan bahasanya. "Sehingga anak akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan aspek perkembangan yang lain dengan modal kemampuan berbahasa yang sudah baik," ungkapnya didampingi anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Zulfitri.
"Media audio visual berbasis animasi merupakan suatu media yang berupa gambar-gambar yang diproyeksikan melalui proses manipulasi visual sehinga seolah-olah hidup. Animasi dapat membantu proses pembelajaran dan materi yang disampaikan akan tercapai dengan baik," sambung Abdullah.
Dia menilai, dengan dilaksanakannya "Pelatihan Kemampuan Motorik Bahasa Melalui Metode Bercerita dengan Metode Audio Visual Animasi Kognitif" ini para guru mampu membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menstimulus kognitif anak-anak. "Media audio visual animasi ini jika dalam pemanfaatannya tepat akan membantu kognitif anak berjalan dengan baik sesuai usianya yang pada akhirnya kemampuan berbicara, membaca, dan menulis akan lebih mudah untuk dilaksanakan," tegasnya.
Senada itu, Kepala RA Ulfa Khairuna, Dra Hj Siti Fauziah mengaku senang dengan adanya kegiatan ini karena sangat bermanfaat dan memotivasi para guru untuk lebih kreatif. "Kami selalu terbuka untuk kegiatan pengabdian di sekolah jika akan dilakukan kembali," harapnya. (BS02)