Beritasumut.com - Media tiga dimensi dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang bisa dibawa benda asli, tiruan atau miniaturnya ke dalam kelas agar proses pembelajaran semakin aktif dan menyenangkan. Pembelajaran dengan menggunakan media tiga dimensi akan menjadikan proses pembelajaran semakin bervariasi dan tidak membosankan. Demikian ungkap Nirmawan, Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) AlWashliyah Medan, Selasa (14/02/2023).
Dia menyebut, media tiga dimensi memiliki lima model, yakni: model padat (solid model), model penampang (cuteway model), model kerja (working model), model mock-ups dan model diorama. "Penggunaan model padat media tiga dimensi pembelajaran tematik memiliki manfaat seperti siswa dapat berinteraksi langsung dengan media. Sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir analisis siswa," jelasnya.
Nirmawan mengatakan, kegiatan yang telah dilaksanakan di SD Swasta Bundo Kandung, beberapa waktu lalu, merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Didampingi anggotanya Putri Juwita, kedua Dosen UMN Al Washliyah ini memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan sebagai bukti pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Media tiga dimensi adalah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau peserta didik sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak memungkinkan dihadapkan langsung ke tempat dimana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif," paparnya.
Senada itu, Kepala SD Swasta Bundo Kandung, Bukhari Mutaqqien SS M.Pd mengaku senang dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan karena sangat bermanfaat dan memotivasi para guru untuk lebih kreatif. "Para guru terlihat antusias dalam sosialisasi penggunaan media belajar tiga dimensi karena dalam pembelajaran biasanya guru lebih banyak berfokus pada penggunaan buku paket. Dengan mengetahui penggunaan media belajar tiga dimensi ini para guru berharap mampu membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan berfokus pada peserta didik," harapnya.
Media pembelajaran tiga dimensi ini, sambungnya, adalah media yang menarik, bahannya mudah ditemukan, dan harganya sangat terjangkau. Sehingga pemanfaatan barang-barang bekas di rumah bahkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran tiga dimensi. "Hal ini sangat memudahkan guru dan juga orangtua sehingga tidak harus mengeluarkan uang lebih untuk pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik," pungkasnya. (BS02)