Beritasumut.com - Rapor adalah sesuatu yang selalu dinantikan oleh semua siswa setiap akhir semester. Bagi sekolah, proses mengisi rapor adalah agenda besar dan rutin di setiap semester. Pada proses pengerjaan rapor konvensional seperti penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu, lalu nilai tersebut disatukan oleh wali kelas di buku rapor siswa. Berbagai resiko mungkin terjadi dengan proses konvensional ini mulai dari berkas yang hilang, integrasi berkas Excel yang memakan waktu dan rentan kesalahan. Maka aplikasi Elektronik Rapor (e-rapor) hadir dalam memecahkan dan menuntaskan masalah guru dalam pembuatan rapor secara konvensional.
"Dengan alasan tersebut maka pemerintah mengeluarkan rapor elektronik yang berbasiskan aplikasi. Namun, ketika e-rapor hadir dan sudah bergulir selama 3 tahun ternyata permasalahan masih tetap ada. Mulai dari kurangnya fasilitas berupa sarana dan prasaran pendukung, hingga persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya kemampuan dan keterampilan guru dalam menjalankan aplikasi," kata Ketua Tim Dosen UMN AlWashliyah, Adrial Falahi S.Sos MSP, Kamis (01/12/2022).
Dia menyebut, aplikasi e-rapor SD ini bukan hal yang baru karena telah diujicobakan pada bulan Juli 2019 dengan melibatkan LPMP, Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemdikbud serta praktisi pendidikan. Meski demikian, ternyata masih banyak sekolah yang belum menerapkan aplikasi ini dalam proses pembuatan rapor. "Terhadap semua permasalahan e-rapor tersebut, dosen-dosen UMN Alwashliyah hadir memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru-guru dalam hal sosialisasi penggunaan Aplikasi E-Rapor, maka kami mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di SD Negeri 101812 Namotualang, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara," sambung Adrial didampingi anggota Tim, Tukimin SE M.MA, dan Ahmad Landong M.Pd serta beberapa mahasiswa.
Kepala SDN 101812 Namotualang, Ngatiman S.Pd mengatakan, diharapkan guru-guru menjadi paham akan keberadaan dan manfaat dari aplikasi e-rapor dan mampu mengisi e-rapor dengan baik dan benar. "Pada awalnya masih ada beberapa guru yang belum mampu mengisi e-rapor secara mandiri, dengan menitipkan nilai kepada teman guru yang lain untuk diinputkan datanya. Namun setelah diadakannya sosialisasi dan praktek pengisian ternyata kemampuan mereka bertambah," pujinya.
Dalam pelaksanaannya, juga banyak terjadi interaksi antara pembicara dengan peserta dalam bentuk bertanya. “Kami berharap ada lanjutan dari sosialisasi pengisian e-rapor ini, karena kami menyadari kalau memang kemampuan kami juga terbatas. Adanya PKM ini kami merasa ada sesuatu yang baru yang kami dapatkan,†ujar salah satu peserta pada kegiatan, Rosanti S.Pd. Sosialisasi yang telah digelar pada Selasa (22/11/2022) ini mengambil tajuk “Sosialisasi Sistem Penilaian dan E-Rapor di SD Negeri 101812 Namotualangâ€. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang guru dan operator sekolah. (BS02)